|
Berpikir
terbalik, dibilang jenius. Terbalik melulu, itu ‘setengah’. Coba aja
jari telunjuk sampeyan melintang di jidat. Itu namanya
miring. Sama jo dengan memasang komponen terbalik, mesin jadi gile.
Gelonya, ya rusak. Edan.
Mentang-mentang
pas, sengaja dibalik, demi eksperimen. Apalagi alasan buru-buru. Wong
saat ini lagi liburan. Berarti banyak waktu luang. Makanya,
perhatikan komponen di bawah ini yang haram terbolak. Yuk,
goyang yuk Mas. Ipunk/Foto : GT
PISTON
Di
puncak piston selalu ada tanda panah. Tentu saja, tidak dilengkapi
lambang hati atau apel. Itu mah tembus asmara. “Panah itu
menuntun mekanik jangan terbalik memasang,” ungkap Ketut Hargunanto,
Instruktur HMTC.
Piston
tidak bisa jungkir balik. Meski dari pabrik, posisi pin piston dibuat
tidak pas di tengah. Istilah kerennya offset. Tujuannya,
mengurangi gaya menyamping saat piston naik-turun. Otomatis getaran
piston berkurang. Hasilnya, keausan piston dan dinding silinder
minimal.
Nah,
kalau pemasangan piston terbalik, offset piston pun terbalik.
“Kerja piston tambah abot (berat),” cocor Ketut.
BAN

Pemasangan
karet bundar, kudu sesuai rotasi. Dipaksa terbalik, silakan motor
jalan mundur. Muka sampeyan menghadap depan, lari motor ke
belakang. Namanya lelucon nggak lucu. Jangan cekikikan.
Dilarang. Wong salah masang, kok.
Yang
benar, arah panah menuju depan searah kitiran roda. Traksi
menggigit sempurna. Grip alias kembang atau batik ban tidak gampang
terpeleset. Saat hujan berfungsi membuang air. “Aman digeber,”
jelas Rahmad Dase, Tutor mekanik yang ngendon di Pisangan.
Jika
terbalik, rasain tuh aspal.
KACA
LAMPU DEPAN
Khusus
pemilik motor sport dan bebek zaman dulu. Lampunya bulat atau
persegi. Pada kaca lampu depan biasanya tertulis Top. Itu bahasanya
Paman Bush yang menggantikan Pakde Clinton. Artinya atas. Kata
Top di atas. Jangan terbilak.
Dengan
begitu, kaca atau mika tetap fokus (spot) ke depan. Kalau terbalik,
cahayanya bubar, mencar, mencong, miring dan hantu di pinggir jalan
kelihatan. “Idih, seyem,” wanti Toto Prasetyo,
mekanik RMS yang buka di Ps. Jumaat, Jakarta Selatan.
SOKBREKER
BELAKANG

Banyak
dijumpai pada penggaruk tanah alias grasstrack. Sok belakang
sengaja dibalik. Katanya sih, gajlukan lebih empuk. Macam sok
Ohlins gicu, yang modelnya kayak terbalik.
Itu
salah kaprah. Tabung oli sok sudah didesain di bawah. Tabung
ini diberi ruang, oli leluasa bersirkulasi. Juga katup sirkulasi
olinya memanajemen dari bawah.
Jika
dibalik, tabung malah di atas. Katupnya juga terbalik. Lha,
akhirnya sok nggak bekerja maksimal. Terasa lebih empuk
memang. Itu perasaan saja. Seperti sampeyan berpikir terbalik.
Gila.
RANTAI
Sepele,
pasang rantai tidak boleh terbalik. Posisinya konsisten seperti
melepasnya. Yang tadi menghadap dalam, kudu ke dalam lagi. Menghadap
keluar, ya keluar lagi. Kalau berubah, suara rantai berdecik. Susah
disetel. Mata gir cepat rusak. Konturnya tidak seirama dengan mata gir
sebelumnya.
Untuk
itu, sebelum melepas rantai tandai poros penjepit klip rantai.
Terserah sobat, dengan spidol atau goresan paku.
KLIP
SAMBUNGAN RANTAI

Kalau
tadi diterangkan rantainya, sekarang klip sambungannya. Klip sambungan
harus menghadap belakang. Jadi masangnya dari depan didorong ke
belakang.
Tujuannya,
kalau sobat menggeber motor, klip tetap ikut mutar. Tapi kalau
menghadap ke depan, wah bisa copot tuh. Lebih fatal saat start
balap.
Sebaliknya,
saat mengerem (roda belakang atau engine brake), klip bisa kebablasan.
Copot dia. Selanjutnya, rantai putus dan kusut. Waduh, bahaya, jack.
Soalnya,
sekecil apapun barangnya, dia punya gaya inersia. Yang diam cenderung
tetap diam. Yang bergerak cenderung tetap bergerak. Gitu,
ganti. Roger!
|