No. 123 / II - Sabtu 7 Juli 2001
  Motorola
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


HATI-HATI TERBOLAK

 

 

Berpikir terbalik, dibilang jenius. Terbalik melulu, itu ‘setengah’. Coba aja jari telunjuk sampeyan melintang di jidat. Itu namanya miring. Sama jo dengan memasang komponen terbalik, mesin jadi gile. Gelonya, ya rusak. Edan.

Mentang-mentang pas, sengaja dibalik, demi eksperimen. Apalagi alasan buru-buru. Wong saat ini lagi liburan. Berarti banyak waktu luang. Makanya, perhatikan komponen di bawah ini yang haram terbolak. Yuk, goyang yuk Mas. Ipunk/Foto : GT

 

PISTON

Di puncak piston selalu ada tanda panah. Tentu saja, tidak dilengkapi lambang hati atau apel. Itu mah tembus asmara. “Panah itu menuntun mekanik jangan terbalik memasang,” ungkap Ketut Hargunanto, Instruktur HMTC.

Piston tidak bisa jungkir balik. Meski dari pabrik, posisi pin piston dibuat tidak pas di tengah. Istilah kerennya offset. Tujuannya, mengurangi gaya menyamping saat piston naik-turun. Otomatis getaran piston berkurang. Hasilnya, keausan piston dan dinding silinder minimal.

Nah, kalau pemasangan piston terbalik, offset piston pun terbalik. “Kerja piston tambah abot (berat),” cocor Ketut.

 

BAN

Pemasangan karet bundar, kudu sesuai rotasi. Dipaksa terbalik, silakan motor jalan mundur. Muka sampeyan menghadap depan, lari motor ke belakang. Namanya lelucon nggak lucu. Jangan cekikikan. Dilarang. Wong salah masang, kok.

Yang benar, arah panah menuju depan searah kitiran roda. Traksi menggigit sempurna. Grip alias kembang atau batik ban tidak gampang terpeleset. Saat hujan berfungsi membuang air. “Aman digeber,” jelas Rahmad Dase, Tutor mekanik yang ngendon di Pisangan.

Jika terbalik, rasain tuh aspal.

 

KACA LAMPU DEPAN

Khusus pemilik motor sport dan bebek zaman dulu. Lampunya bulat atau persegi. Pada kaca lampu depan biasanya tertulis Top. Itu bahasanya Paman Bush yang menggantikan Pakde Clinton. Artinya atas. Kata Top di atas. Jangan terbilak.

Dengan begitu, kaca atau mika tetap fokus (spot) ke depan. Kalau terbalik, cahayanya bubar, mencar, mencong, miring dan hantu di pinggir jalan kelihatan. “Idih, seyem,” wanti Toto Prasetyo, mekanik RMS yang buka di Ps. Jumaat, Jakarta Selatan.

 

SOKBREKER BELAKANG

Banyak dijumpai pada penggaruk tanah alias grasstrack. Sok belakang sengaja dibalik. Katanya sih, gajlukan lebih empuk. Macam sok Ohlins gicu, yang modelnya kayak terbalik.

Itu salah kaprah. Tabung oli sok sudah didesain di bawah. Tabung ini diberi ruang, oli leluasa bersirkulasi. Juga katup sirkulasi olinya memanajemen dari bawah.

Jika dibalik, tabung malah di atas. Katupnya juga terbalik. Lha, akhirnya sok nggak bekerja maksimal. Terasa lebih empuk memang. Itu perasaan saja. Seperti sampeyan berpikir terbalik. Gila.  

 

RANTAI

Sepele, pasang rantai tidak boleh terbalik. Posisinya konsisten seperti melepasnya. Yang tadi menghadap dalam, kudu ke dalam lagi. Menghadap keluar, ya keluar lagi. Kalau berubah, suara rantai berdecik. Susah disetel. Mata gir cepat rusak. Konturnya tidak seirama dengan mata gir sebelumnya.

Untuk itu, sebelum melepas rantai tandai poros penjepit klip rantai. Terserah sobat, dengan spidol atau goresan paku.

 

KLIP SAMBUNGAN RANTAI

Kalau tadi diterangkan rantainya, sekarang klip sambungannya. Klip sambungan harus menghadap belakang. Jadi masangnya dari depan didorong ke belakang.

Tujuannya, kalau sobat menggeber motor, klip tetap ikut mutar. Tapi kalau menghadap ke depan, wah bisa copot tuh. Lebih fatal saat start balap.

Sebaliknya, saat mengerem (roda belakang atau engine brake), klip bisa kebablasan. Copot dia. Selanjutnya, rantai putus dan kusut. Waduh, bahaya, jack.

Soalnya, sekecil apapun barangnya, dia punya gaya inersia. Yang diam cenderung tetap diam. Yang bergerak cenderung tetap bergerak. Gitu, ganti. Roger!

<<::back

ke hal 5 >>

Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.