No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


Titip Motor  

GADAI MOTOR SILAKAN LEBARAN

 


Rapi dan aman. Penjahat segan

 


Bambang Pramono. Yang pajaknya lunas

Mudik nggak perlu was-was. Juga jangan kelewat khawatir. Silakan motornya dititipkan di rumah gadai atau pegadaian. Selain dapat uang, motor pun aman dijaga petugas keamanan. “Titip di pegadaian biayanya murah. Juga bisa pinjam uang buat tambah-tambah ongkos,” papar Timbul Panjaitan.

Panjaitan, mahasiswa perguruan tinggi swasta di bilangan Lenteng Agung, Depok. Dia asli Sumatra Utara. Kebetulan saat ditemui sedang menitipkan F1Z-R miliknya, di Perum. Pegadaian Cabang Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia mau mudik ke Medan. Horas bah.

Hal yang sama dilakukan Agus Haryono, pegawai swasta di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Skuter Excel 1991 atu-atunya dititipkan di Perum Pegadaian Cabang Rawamangun, Jakarta Timur. Katanya sih, demi keamanan dan butuh duit. “Itu berkat informasi teman,” saut bapak yang bakal mudik ke Gunung Kidul, Jawa Tengah itu.

Syaratnya pun nggak susah-susah amat. Cuma butuh bukti STNK, BPKB juga foto kopi KTP. “BPKB dan STNK pun harus asli. Juga lunas pajak,” terang Bambang Pramono, kepala protokol Pegadaian Pusat di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Motor yang dititipkan atau digadai pasti kena biaya administrasi. Bunganya 1,5% sesuai ketentuan. Itu sudah termasuk uang pinjaman. Perhitungannya 15 hari setelah waktu peminjaman. Gampang kan.

Motor bisa ditebus kapan saja. Mau satu minggu atau lebih. Kalau pun belum bisa lantaran dipakai habis buat mudik, nasabah jangan khawatir, “Cukup bayar bunganya saja, barang nggak bakal dilelang,” tutup bapak bernama Jawa tapi asli Betawi ini.

Ini hanya pesan aja. Bagi peminat, uang titipnya jangan kegedean, urusannya bisa ruwet. Bisa-bisa saat jatuh tempo, sulit menebusnya. KR-15/Foto : Herry Axl

<<::back

ke hal 3 >>

Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.