No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


Bayoes, Ojeker Langka (Jogjakarta)  

BIKER DIUNTUNGKAN HOBI

 


Bayoes. Nunggu penumpang di tempat mangkal

 

Live to ride, ride to live emang nggak bisa lepas dari gaya hidup die harder Bayoes, bro daerah Cangkringan Km. 13, Solo-Jogjakarta ini. Selain biker yang gape ngoprek motor-motor kolot doi juga punya kerja sampingan yang rada langka buat komunitas motor lawas.

Gimana nggak, kangkangan kesayangan, Matchless 350 cc 1954-nya pede dijadiin ojek. Wilayah operasi, seputaran dusun Cangkringan. Mulai malam sampai pagi doi pede menembus dinginnya udara sono.

“Profesi ini udah aku jalanin 3 tahun. Montornya sendiri dapat 4 tahun lalu,” buka pria berpostur ceking dan bertato naga di kaki ini.

Ia mengawali kisahnya. “Awalnya demen kongkow di warung dekat rumah. Namanya warung Koboy. Ujug-ujug ada orang turun dari bus, celingukan cari ojek,” ulasnya.

Prihatin, doi nawarin nganter. Nah lho.., dia ternyata dibayar. “Ya.., keterusan tuh. Daripada nongkrong nggak keruan akhirnya jadi profesional. Sehari bisa dapat duit Rp 30.000,” girang ayah satu putra yang masuk jadi anggota MACI Jogja ini.

Pernah dia nganterin penumpang sampai dusun Salakan yang berjarak lebih kurang 7 km dari daerahnya, persis jam 24.00 malam. “Kondisi jalannya gaswat, bro! Pulangnya ban kempis, terpaksa nuntun motor 6 km. Ngos-ngosan tuh,” ceritanya semangat.

Soal motor, doi pilih bentuk standar. Supaya efisien dan lebih irit, karbu diganti produk baru, CB125. Mesinnya seri B3LS. Piston orsi udah nggak layak diledakkan busi. Jadinya pakai langkah kanibal dari Fiat 1000.

Kalau lagi senggang, doi demen banget solo ride ke Bali, Lampung sampai Jakarta segala. Nah, tiap lebaran, doi mudik bareng keluarga ke kampung halamannya, Purworejo.

Oh ya, mumpung udah dekat Lebaran, salam hangat, ied mubarok dari Em Plus buat keluarga. Tos, mas! C-PI/Foto : Wenang

<<::back

ke hal 3 >>

Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.