|
Puncak
teknologi mesin, bisa dilacak di Formula 1 (F1). Makanya, ketika GP
4-tak (GP1) meledak, teknologi F1 rame diaplikasi. Alhasil,
pabrikan roda dua yang punya mata rantai ke F1, sontak merengek
teknologi mutakhir.
GP
4-tak Petronas Malaysia, kontek ke F1 Redbul Sauber Petronas. Atau
teknisi F1 Honda, mengutak-atik tunggangan Valentino Rossi. “Belum
lagi Yamaha yang punya link teknologi F1 Renault. Apalagi
Yamaha pernah di arena F1,” kata Bambang Gunardi yang ngerti peta
teknologi GP1. Gunardi di antara dua orang Asia didaulat jadi juri
MotoGP.
Mari
buktikan teknologi mutakhir dari F1. Diawali material enteng, keramik,
aluminium, magnesium dan berillium. Pantas, dapur pacu 4-tak GP1 1000
cc Sauber Petronas Engineering cuma 45 kg. NSR500 2-tak saja 45
kg. Padahal, dari segi komponen, onderdil 4-tak lebih banyak.
Target
lain GP1 merancang mesin ringan, seimbang dengan tenaga yang gede.
Paling penting ringkas. Untuk itu, rancangan silinder setiap merek
berbeda. Honda RC211V 5 konfigurasi V sudut 75,5o. Suzuki
XREO 4 silinder, bentuk V, 60o. Sedangkan Yamaha segaris 4
silinder.
Mau
bukti lagi kalo teknologi F1 kental di GP1. Mercedes-Benz ILMOR
FO110G dikebut jagoan F1 Mika Hakkinen dan David Coulthard, berkitir
16.700 rpm, menghasilkan 800 dk. Itu didongkel 10 silinder 3.000 cc.
Nah,
mesin GP1 Yamaha YZR-M1 yang ditunggangi Biaggi berkisar 15.000 rpm.
Tenaganya 220 dk. Padahal cuma 4 silinder. Artinya, kalau memakai 10
silinder, kekuatan YZR-MI setara F1. Malah lebih.
Teknologi
GP1 dari F1 juga kentara dari klep tiap silinder. Semua motor GP1
pakai 4 klep per silinder. Bahkan Yamaha YZR-M1 pakai 5 klep di mesin
4 silinder segarisnya. Di F1 maksimal 5 klep. Padahal regulasi dari
FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) belum
ditetapkan soal klep ini.
Teknologi
knalpot tidak mau ketinggalan. Lihat tuh di Honda RC112V yang dites
Valentino Rossi. Ujung pipa buang ngumpet di fairing. Panas
pasti nyembur dinding fairing. Tapi tidak apa-apa tuh.
Panas
mesin 4-tak RC211V pasti lebih besar dibanding NSR500 2-tak. Itu
cermin knalpot yang bahannya kebal suhu tinggi. Juga tidak ada radiasi
ke benda sekitar. Di F1 knalpot seperti itu dibuat dari material inconel.
Inconel
paduan nikel, seng (zinc) dan chromium. Punya sifat
ringan, sangat tipis dan stabil menjaga suhu knalpot. Lebih sip lagi
F1 melapis knalpot pakai serat karbon. Sehingga panas knalpot mampu
ditangkal.
Menyusul
teknologi airbox. Itu lho, corong angin yang
disalurkan menuju karburator. Meski di GP 2-tak sudah dipakai,
teknologi ini dipakai pula di F1. Nah di GP1 4-tak, corong angin itu
pasti ada. Paling anyar di fairing Suzuki XREO. Di depan dibuat
bolongan angin. Disalurkan menuju filter udara atau intake manifold.
Aong
|
KOPLING
DAN GIRBOKS |
|
Mengaplikasi
kopling kering, perpindahan tenaga lebih responsip walau
berisik. Telinga seperti dikorek-korek. Wuing, sing so. Jangan
keterusan. Lagi serius, nih.
Sama
dengan kopling F1, ya persis mobil juga. Makanya, dipilih
bahan pelat dan kampas kopling dari karbon tahan panas.
Sanggup digempur panas 500o C.
Kelebihan
lainnya karbon ringan. Bobot rumah kopling dan pelat bisa
dipangkas. Ini berpengaruh terhadap gaya inersia. Putaran
mesin jadi ringan. Ya, persis sistem kopling GP1. Hebat, kan.
Bahan
gir dan rumah girboks dari titanium. Lebih ringan dari
magnesium. Di F1 pertama dipakai pada 2000. Ini diaplikasi
juga di motor GP1. |
|
PERANTI
CIET ALIAS REM |
|
Percuma
kenceng, jika kendalinya sulit. Makanya teknologi F1
diaplikasi. GP1 yang punya bobot lebih berat digeber sampai
360 km/jam pasti pakai rem kampiun.
Kontrol terhadap
gejala roda mengunci mampu dieliminir. Yang jelas pengereman
di depan dibuat 60% lebih kuat. Di belakang hanya 40%. Prinsip
ini diaplikasi di F1.
|
|
TEKNOLOGI
MOTOR LEBIH DULU |
|
Sekarang
teknologi seperti terbalik. Dari mobil ditiru motor. Kilas
balik ke belakang, justru motor yang duluan mengusung teknologi maju.
Paling gampang piston oval. Di regulasi GP1 yang dibuat FIM masih
simpang siur. Boleh atau tidak seher bermuka oval ini.
Si oval pertama dipakai di
motor Honda NR500 pada 1979. Menyusul pada 1987 Honda NR750, 4
silinder dan konfigurasi V. Loris Capirossi pernah menjajalnya. Sipnya
lagi, motor ini mengaplikasi dua busi dalam satu silinder.
Ada juga mesin yang tidak
pakai piston. Tapi pakai rotor seperti mesin wankel. Motor merek
Hercules yang pada 1970 pernah memakainya. Kapasitasnya 200 cc.
Pabrikan mobil Mazda PX mengaplikasi sekitar 1979.
Motor pakai mesin diesel
sejak 1950. Yang mengusung dapur pacu temuan Rudolf Diesel yaitu Royal
Enfield Taurus.
Lainnya,
pengaturan buka-tutup klep yang lebih dikenal teknologi V-tec. Pertama
dipakai di Honda pada 1990. Hasil penyempurnaannya Honda VTX1000 2001.
|
|