No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


TERIMA HP BIKIN CILAKA

 


Jangan sampai begini. Bahaya!

 


Sekadar ngurangi risiko. Awas konsentrasi pecah

Cilaka, sembari naik motor terima atau bicara lewat hand phone alias HP atau telepon genggam. Syukur kalau berita indah. Coba kalau gawat, pasti sampeyan kaget. Toh, yang lucu pun tetap bahaya. Saking lucunya ente terpingkal-pingkal dan lupa mengendalikan setang. Duaaar... eh, telepon akhirat.

Jangankan itu, deringan HP aja bikin sobat refleks. Otak langsung  terbagi. Konsentrasi buyar. Nggak sadar, tangan mengendurkan tarikan selongsong gas. Akibatnya, kecepatan turun, mobil atau biker dari belakang langsung brakkkk.., nabrak sampeyan.

Kompol. Kadarusman mengingatkan, kecelakaan  paling banyak biasanya kelalaian. “Itu diiring pecahnya konsentrasi,” tutur Kanitlaka Polda Metro Jaya itu. “Apabila kelalaian mengakibatkan kerugian pihak lain, tetap dikenai sanksi,” tambah Kadarusman. 

Kalau komentar hamba wet ini kurang, nih baca komentar psikolog Derny Irawati S. Psi. Tiga huruf di belakang namanya, bukan satuan tekanan angin, tapi gelar. “Pecahnya konsentrasi membuat gerak motorik kurang ideal. Otomatis mengganggu pengendara lainnya,” katanya.

Silakan tetap terima HP sembari geber kuda besi. Juga bercanda dengan lawan bicara dari seberang. Monggo pula, tangan kanan cekek grip gas, kiri pegang HP nempel kuping. Itu kalau mau disebut sodara-sodara sebaringan. Ya, sekuburan maksudnya.

Coba tiru pengalaman sesama bikers. Windhi Ariesman seorang karyawati, ngasih tips jitu. “Pas HP bunyi saya nggak refleks mengangkatnya. Tapi saya pinggirkan motor. Termasuk situasi sepi. Ketimbang celaka,” kiat Windhi.

Siasat Ronni Yahya boleh juga. Doi nggak gagap teknologi. Dia tahu betul, teknologi mampu mengatasi masalah ini. Dia melengkapi ponselnya dengan hand free. “Saat nyemplak tinggal pencet tombol dan ngomong. Handling motor tetap terjaga,” jelas pemilik toko Bintang Selular di kawasan Roxi Mas ini.

Tapi ingat bro! Ini cuma mengurangi risiko. Lebih aman sih, jangan terima atau bicara saat mengendara. Meminggirkan motor pun tetap sial. Ditodong, dan HP sobat melayang. BOB/Foto : Boyo

 

HELM BISA NGOMONG

Makin sip gebrakan Indro Liono. Doi pede bikin helm yang dilengkapi perangkat penerima suara HP. Di bagian kuping helm disediakan speaker pembisik lawan bicara. Sedang di dagu helm dilengkapi mic pelontar kata-kata. Pokoknya sip deh.

Helm ini langsung disambung dengan kabel ke perangkat HP. “Helmnya telah dijual. Tapi belum pasti harganya. Ya.., sekitar Rp 200 rebu lah!” 

   

<<::back

ke hal 4 >>

Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.