|

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3
|
Dor,
dor, dor.. pemilik
Vespa terkaget-kaget. Punggung sepertinya ditembak dari belakang, tapi
nggak tembus-tembus. “Itu cuma letupan knalpot lantaran sepul
pengapiannya bergeser mundur,”
tembak Sutarto, mekanik Aneka Motor di Jl. Palmerah Barat, No. 51,
Jakarta Selatan.
Gejala
lainnya, mesin ikut mbrebet. Lari skuter tidak normal. Untuk
itu, “Pengapian harus dimajukan dan disetel ulang. Ini sering
terjadi di Vespa pengapian platina,” aku pria 21 tahun itu.
Langsung
kerja. Siapkan obeng kembang, kunci ring 14, besi batangan yang
ujungnya lancip dan palu. Buka tutup mesin sembari lepas empat sekrup.
Jangan lupa, lepas juga cup atau kepala busi, biar tutup kipas
gampang dibuka.
Tahan
baling-baling kipas pakai kunci T. Lalu sangkutkan di bodi mesin atau
paha (gbr. 1). Gunakan kunci ring 14 untuk memutar mur pengikat
kipas.
Di
tengah kipas ada lubang kecil. Nah, masukkan grips atau besi
lancip ke lubang ini. Kemudian besi diketok hingga kipas lepas. Vespa
baru tidak bisa dengan cara ini. Sampeyan tetap perlu treker.
Setelah
itu, kelihatan piringan sepul, yang terdiri dari 3 lilitan sepul.
Sepul untuk pengapian posisinya di atas, diikat tiga sekrup.
Nah, dari sini bisa kelihatan mundurnya pengapian. Makanya kendurkan
pakai obeng kembang (gbr. 2) tiga sekrup tadi, hingga sepul
mudah digeser ke posisi semula.
Caranya,
geser sepul berlawanan jarum jam atau melawan arah kipas. Kalau susah,
bisa diketok pakai palu dengan tumpuan obeng min (gbr. 3). Cuma
hati-hati, biar sekrupnya tidak rusak. Cari posisi sepul aslinya
hingga pengapian tepat.
Kencangkan
kembali ketiga sekrup. Lalu pasang kembali kipas. Terakhir, tutup
mesin dipasang.
Hisar/Foto
: Boyo
|