No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting

PASANG CAKRAM BELAKANG TOSSA

Dear MOTOR Plus at work shop. Aku ingin tanya tentang mona Tossa Supra-X 2000. Pertanyaannya:

1. Bagaimana caranya inreyen yang benar?

2. Apa akibatnya bila inreyen boncengan, sedangkan spidometer masih 100 km?

3. Apakah mesin dan rangkanya sama dengan Honda Supra X?

4. Berapa ukuran main-jet dan pilot-jet?

5. Cakram apa yang cocok buat belakang?

6. Mengapa setelah dipasang sakelar lewat koil, kok susah hidupnya?

Thank's ya atas jawabannya.

ANJAS SAPUTRO, Jl. Sumbersekar, No. 73 RT 04/02, Dau, Malang 65151.   Foto : Bambang

1.Tujuan inreyen pada mesin baru menciptakan lapisan kaca film. Lapisan ini melindungi dinding metal luar saling bergesekan. Tujuannya, komponen-komponen mesin kian lancar. Makanya, nggak boleh gradak-gruduk ketika motor sedang berlari. Dikhawatirkan, komponen bakal macet.

Saat inreyen akselerasi dan deselerasi motor haram mendadak. Itu lho, jangan kaget pelintir gas. Perpindahan dari gigi tinggi ke rendah, juga harus teratur. Paling banter 6.000 rpm. Itu maksimal. Kecepatan rata-rata sekitar 70 km/jam.

2. Silakan dipakai boncengan atau bawa beban. Asal menganut jawaban no. 1 tadi. Yebes, kan. Maksudnya beres, gitu.

3. Sekali lirik rangkanya sama saja. Mungkin cuma beda bahan baku. Toh, harga berbicara. Boleh dikata, harga nggak bisa bohong. Harga penentu kualitas. Walau bentuk mesin sama, kadang ukuran komponen berlainan. Jadi jangan heran ada dikit perbedaan.

4. Main-jet 72 dan pilot-jet 38.

5. Cakram apa saja silakan dibeli. Asal diameternya sesuai. Jangan sampai cakram belakang lebih gede dari depan. Sejatinya, pengereman depan lebih kuat. Maka, carilah cakram sedang-sedang aja. Misal cakram belakang NSR. Paling gampang, silakan beli di toko variasi yang dijual bareng teromol belakang. Ini pun dilengkapi dudukannya. Aslinya, cakram ini milik Yamaha 125Z atau Honda Nova Dash. Hebat kan, Tossa pakai cakram belakang. Pasti ditulis MOTOR Plus.

6. Bisa jadi yang tidak beres sakelar on-off. Periksa, apakah kerapatan kabel dan kaki sakelar tak terlalu longgar. Atau malah sudah tiwas alias koit. Sekalian cek, apa terjadi hubungan singkat.


KIPAS MESIN BAJAJ RONTOK

Bajaj 1978, tiga bulan lalu pakai kipas plastik. Tapi beberapa waktu lalu, kembang kipasnya hancur berantakan beradu dengan sampah plastik. Tak lama kemudian si semok berubah pelan. Juga nggak normal. Pertanyaannya:

1. Apakah perubahan pelan akibat rontoknya kembang kipas?

2. Apa beda dan pengaruhnya kalau pakai kipas plastik?

3. Banyak orang bilang, mesin Bajaj sangat rewel. Apa benar tuh, Bang?

4. Apa MOTOR Plus punya klub Vespa? Kalau ada, tolong informasikan cara jadi anggota, dong?

HENDRA GUNAWAN, Jl. Ciledug, No. 14, RT 06/04, Petukangan Utara, Jakarta Selatan 12260.

1. Halo Bang Hendra, bahasanya serupa tapi tak sama. Kembang kipas boleh dikata baling-baling kitiran. Bengkel bilang kipas rotor. Mungkin ini maksudnya. Kalau hancur, ya nggak memproduksi angin. Pendinginan ke mesin berkurang. Padahal, embusan angin luar ke mesin Bajaj sangat minim. Maklum, posisi mesin Bajaj di belakang. Juga terhalang boks samping. Kalau dibiarkan berbahaya. Mesin panas tinggi. Akibatnya, tarikan loyo. Mesin senyut-senyut.

Bisa pula, sampah tadi nyangkut saat kipas berputar kencang. Maka terjadi entakan keras. Yang diserang laher atau bantalan poros kipas. Juga berpengaruh pada kruk-as. Akibatnya, setelan platina ikut berubah dan pengapian tidak tepat. Otomatis, mesin tidak normal. Untuk itu, coba cek semua. Kalau perlu ganti kipasnya.

2. Sengaja pabrik menggunakan kipas besi babet. Bobot kipas ini dihitung sesuai torsi dan siklus kruk-as. Sebaliknya, mengadopsi kipas plastik torsi berkurang. Memang sih lebih enteng saat Bajaj digeber diam alias nggak melaju. Lagi pula, risiko seperti dialami Bang Hendra gampang terjadi. Ya, kan.

3. Cerita mesin rewel, nggak cuma Bajaj aja. Semua merek, jika jarang dirawat ya ngambek. Apalagi, macam semok Bajaj yang lumayan tua. Sering-sering dong servis, agar larinya tambah yahud, bang Hendra pun riang gembira.

4. Sori nih. Kita nggak ada klub Vespa secara independen tuh. Kalau teman-teman klub Vespa sih banyak. Malah dari Sabang sampai Merauke. Coba deh gabung aja ke salah satunya. Otomatis bang Hendra langsung jadi bro skuteris MOTOR Plus juga.


RC100 MBREBET

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Motor saya Suzuki RC100 dan punya masalah:

1. Ketika pelan, motor terasa berat dan mbrebet. Tapi kalau digas besar, baru mau lari, apa penyebabnya?

2. Di karburator tidak ada baut penyetel angin, bagaimana cara menyetelnya?

3. Di bagian luar kotak filter ada satu lubang menganga sebesar jari, apa fungsinya? Apakah kotoran tidak masuk dari situ?

4. Supaya nyala lampu depan stabil, arusnya saya ambil langsung dari baterai, tapi tekor. Bagaimana supaya tidak tekor?

5. Ketika pagi, pakai starter elektrik susah hidup. Padahal sudah dicuk. Baru bisa ketika pakai kick-starter. Apa sebabnya?

PRASETIO HARSOYO, Jl. Gunung Ciremai, No. 16, Damkar, Cilegon, Banten 42435.

1. Ada yang salah di lubang spuyer. Bisa saja, lubang pilot-jet kotor. Tapi main-jet bersih. Akibatnya, saat putaran rendah motor mbrebet. Tapi saat digas besar, malah ngacir. Tolong bersihkan pilot-jetnya.

Jangan lupa kerak di ruang bakar ikut disikat. Sekalian di kepala piston dikerok. Bila perlu, lubang buang ikut dikerok. Itu mengganggu kerja mesin. Sekalian kerak atau daki di knalpot dikuras.

2. Karburator RC100 memang tidak dilengkapi sekrup penyetel udara. Sudah ditakar dari lubang di moncong karburator. Jika lubang itu tersumbat, aliran udara tertutup. Ini juga penyebab, saat pelan motor terasa berat

3. Kotak filter memang dilengkapi lubang buat pemasukan udara. Kalau semuanya rapat, dari mana udaranya? Di motor lain, biasanya lubang ini dilengkapi slang yang ditancapkan di rangka. Tujuannya, kotoran dan sebagainya tidak menerobos.

4. Jika regulatornya benar sih cara itu nggak masalah. Atau lihat MOTOR Plus edisi 105/II halaman 10.

5. Ini sering ditemui di Crystal dan Tornado. Bukaan udaranya memang besar. Tapi kalau sekrup udara disetel kecil, mesin makin panas. Menurut para mekanik, karena kedua motor ini tidak punya sudut squish. Atau biasa disebut lebar squish. Tapi bisa diantisipasi dengan setelan udara paling akurat 2,5 putaran ke kiri. Juga dibantu cuk.


HONDA GRAND ENDUT-ENDUTAN

Hai, saya foxy lady from Banten. Aku punya unek-unek tentang Honda Astrea Grand 1995. Persoalannya:

1. Kecepatan 90 km/jam, motor tersendat-sendat. Kemudian kecepatan cenderung berkurang. Apa penyebabnya?

2. Kenapa oli mesin cepat sekali berkurang, padahal baru dua minggu diganti?

3. Kenapa klakson kadang bunyi kadang nggak?

Atas perhatiannya, saya ucapkan banyak terima kasih.

SITI AISAH, (Bg. Group G-LS), PT. Adis Dimension Footwear, Jl. Raya Serang, Km. 24, Balaraja, Tangerang, Banten 15610.

1.Wah.., yang 'halus' nih. Apa kabar neng Siti, baik-baik kan. Oya neng, sejak kapan baca MOTOR Plus. Bahasanya macho, kan. Jangan kencang-kencang, neng. Tuh sampai 90 km/jam, lho. Lho, malah ngerayu. Ayo jawab... ya, ya, ya.

Nih jawabannya neng. Mesinnya tersendat, kan? Penyebabnya, si neng jarang servis berkala. Ini dibaca dari pertanyaan si neng. Karburator, busi dan filter udara kotor. Ini bikin motor batuk-batuk, neng. Kelamaan mesin panas. Larinya melorot terus. Segera bersihkan, neng. Atau lari saja ke bengkel resmi Honda. Kasihan si neng, jadi goyang-goyang badan.

2. Ada kebocoran oli, neng. Jika tetesan olinya nggak dari bak mesin, berarti dari sil klep dan ring seher. Si neng bisa deteksi langsung lewat knalpot. Tanda-tandanya asap putih banyak. Ini pertanda oli ikut terbakar di ruang bakar. Akhirnya, jumlah oli menyusut neng.

3. Mending periksa dulu sistem kelistrikannya. Urut mulai aki hingga kabel setrum dan massa. Atau bersihkan soket-soket penghubung dengan klakson. Juga tombol sakelar di setang. Mungkin saja berkarat, hingga aliran arusnya terhambat. Eh iya neng, di klakson sendiri ada mur penyetelnya. Coba diputar-putar ke kiri dan kanan hingga mendapatkan suara paling keras. Ih, sampe kaget suara klakson. Pret, pret, ting, ting. Awas, si neng lewat.


Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.