No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


Honda Tiger 2000 (Jakarta)  

APRILIA MITO CAMPUR MACAN

 


Dono. Stunt man sang adik

 


Tampang Mito. Ngejar waktu


Tangki hidraulik lengkap keran bensin

Dominasi hitam paduan merah, dikit garis putih, ciri kental Aprilia. Begitu diteliti, malah jadi Cagiva. Fairing dan tudung lampu, jiplakan Cagiva Mito. “Inilah hasil melaut,” tutur  Agus Salim, warga Kampung Makasar, Jakarta. Petualangan lautnya lihat boks.

Toh basis atau material mengandalakan Macan Noceng. Ya, Honda Tiger 2000 yang memang asik dibikin bongsor. Boleh dikata Aprilia Mito diterkam Macan, dong. Ketiganya dicampur aduk jadi Cagiva eh, Aprilia, eh lagi, Tiger 2000.

Katanya sih, lebih tepat disebut Aprilia RSV Mille. Terutama tampilan warna, nyaris Aprilia benaran. “Saya minta selesai tiga minggu. Pokoknya harus selesai sebelum saya berlayar lagi,” perintah Agus pada Budi Uddin Fakar. Itu lho, pakar modifikasi bodi dari Jatayu Motor Sport di Jl. Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Nego Agus dan Budi kurang mulus. Tampilan lampu trapesium Mille butuh penggarapan lama. Nggak bisa asal-asalan. Lantaran cetakannya harus dilacak di limbah moge. Akhirnya disepakati Mille kawin Mito. Tapi ada pesan yang nggak boleh dilanggar Budi, tampang boleh gambot, tapi jangan kelebihan bobot.

Makanya, rangka Tiger tidak banyak diutak-atik. Fairing dari serat gelas dicetak lebih tipis. Tampang Mito jelas di lampu sipit dan pantat yang dinamis tipis. Lampu pun bekerja layaknya Mito. Satu lampu dekat, lainnya lampu dim.

Justru paling sulit tangki bahan bakar. Cara kontrasepsi kondom dianggap nggak layak. Alasannya, tangki orsi Tiger kelewat bongsor. Juga palang di belakang rumah setir (back bone) Tiger, aslinya tinggi. Jika diberi kondom, jelas tambah tambur. Ini nggak sesuai pesanan dong.

Jalan atu-atunya, tangki orsi digusur dan dibuat cetakan baru. Otomatis, tangki tak perlu gembung-gembung yang bikin perut tambur membentur di situ. Juga kontur tangki dibikin agak rendah mengantisipasi tingginya back bone tadi.

Istimewanya, tangki bikinan ini bisa bisa terangkat secara hidraulik. Kalau baut L dekat komstir dilepas, tangki  bergerak nungging. “Konstruksinya sengaja begitu, biar gampang dan cepat merawat aki dan busi,” kata Agus.

Sayang..,  jadwal tetap karet. Mulur dari perjanjian 3 minggu. Selesainya sebulan. Agus pun nggak sampe seminggu kangen-kangenan dengan hasil modif. Dia harus good bye dari daratan. Makanya ketika sesi pemotretan, empunya keburu melaut. Terpaksa diwakili Dono sang kakak. Sinyo/Foto : Gt

 

DIFOTO PAKAI PERAN PENGGANTI

Pelaut jauh dari keluarga, itu pasti. Tiap lirik jendela kapal, cuma gelombang biru yang ada. Paling hiburannya baca majalah terbitan londo (baca: luar negeri) dan nonton tipi.

Untungnya, Agus Salim doyan baca majalah kuda besi luar negeri. Termasuk majalan terbitan akhir. “Waktu itu saya langsung ingat Tiger di rumah,” kenangnya.

Hari-harinya di tengah berlayar, dilalui dengan khayalan punya besutan ala moge. Begitu berlabuh, di tanah air jadilah modifikasi itu. “Gue mesti mofikasi.”  Hi.. hi.. dia lebih fasih bilang mofikasi ketimbang modifikasi. Tapi nggak sampai lupa anak istri kan, Mas? “Nggak dong!”

 

Data Modifikasi

Pelek depan Enkei ex-CBR 400
Ban depan Battlax BT 35R 110/70x17
Pelek belakang Enkei ex-CBR 400
Ban belakang Battlax BT 35R 130/80x17
Sokbreker depan Orisinal
Belakang monosok Showa
Setang Kawak KRR
Knalpot Micron
Dana Rp 10 juta

       

ke hal 2 >>

Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.