No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


JESS BROTHER JAJAH KARAPAN MOTOR

 


Keluarga Sunarko plus Iman Jess

 



Andre (Atas) dan Wiliam Jess. Kenangan masa lalu.

Berawal dari Ryanto Sunarko. Dia sosok yang tak pernah menyerah di arena kebut roda dua. Semangatnya memecut nama Jess tetap membara. Berhentinya Wilman Jess di arena tari kuda besi pada 1994, hanya sementara. Nama Jess melambung ulang lewat duet Wilman-Andre Jess di drag bike.

Walau Om Sunarko tidak didukung pabrikan pada 80 sampai 90-an, ia ngotot membawa Honda di arena motocross. “Nyaris biaya sendiri, walau saya technical analyst ATPM Honda. Paling-paling Honda hanya menyediakan motor,” katanya ketika pada 1994 bertemu Em-Plus.

Tentu saja tabloid ini belum lahir. Tapi jangan salah, wartawannya telah ada. Malah tahu betul gigihnya Wilman Jess, sang anak menari di jok special engine Honda CR125. Wilman diakui mempunyai gaya menari paling indah (free style) saat itu.

Kini kakak beradik Andre-Wilman Jess, merambah karapan motor atau drag bike alias trek lurus aja. “Karier mereka dari grasstrack Pulomas, Jakarta Timur,” ingat Om Ryanto yang dikenal vokal pada kebijakan pabrik Honda sendiri.

Kenyang garuk tanah, langsung macul, eh... sarua keneh (sama saja, red). Maksudnya, abang-adik Jess ditantang naik motocross. “Tukang koreknya bapak  sendiri (Om Sunarko, red),” serobot Andre yang lahir 16 Mei 1965 itu.

Om Sunaro memompa keluarga Jess dengan ketat. Elemen dasar bermain kuda pacu harus dipatuhi. Fisik Andre-Wilman digenjot. “Bapak paling cerewet. Ngetesnya push-up 50 kali. Kurang dari ini, nggak boleh balap,” imbuh Wilman yang lahir 1 Agustus 1966.

Seleksi alam. Andre kurang menggigit di motocross. Makanya, pada 1996 mundur. Lalu bareng babe di belakang layar tim Honda. Sementara Wilman, ujung tombaknya. Ia menutup karier motocross 1994. Disusul mundurnya sang babe dari jajaran Honda pada 1997.

Meski terbilang uzur, Wilman dan Andre mengusik drag bike free for all (FFA). Bermodal CR250, langganan juara. Lawan pun keder tongkrongan dan raungan dapur pacunya. “Saya sendiri yang meraciknya,” kata Om Sunarko yang kini telah punya cucu itu.

Tunggu cucu Jess. Sinyo/Foto : Sonie & Dok. Otomotif

 

SEJARAH NAMA JESS

Ditanya arti Jess di belakang nama mereka, Andre buka kartu. “Nggak ada arti khusus,” ungkap Andre yang berkaca mata ini.

Jess pemberian kru Honda ketika itu. Menurut mereka, Andre ato Wilman Sunarko kurang sangar didengar. Biasa aja. Spontan para kru memanggil Jess. Sampai sekarang sebutan itu nempel macam prangko.

Wilman punya arti sendiri buat nama Jess. “Jengkol Enak Saya Suka,” cocor penyuka masakan ‘hati macan’ ini.

Bauuuuu..!

 

ke hal 2 >>

Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.