
Andre (Atas) dan Wiliam Jess.
Kenangan masa lalu.
|
Berawal
dari Ryanto Sunarko. Dia sosok yang tak pernah menyerah di arena kebut
roda dua. Semangatnya memecut nama Jess tetap membara. Berhentinya
Wilman Jess di arena tari kuda besi pada 1994, hanya sementara. Nama
Jess melambung ulang lewat duet Wilman-Andre Jess di drag bike.
Walau
Om Sunarko tidak didukung pabrikan pada 80 sampai 90-an, ia ngotot
membawa Honda di arena motocross. “Nyaris biaya sendiri, walau saya technical
analyst ATPM Honda. Paling-paling Honda hanya menyediakan
motor,” katanya ketika pada 1994 bertemu Em-Plus.
Tentu
saja tabloid ini belum lahir. Tapi jangan salah, wartawannya telah
ada. Malah tahu betul gigihnya Wilman Jess, sang anak menari di jok special
engine Honda CR125. Wilman diakui mempunyai gaya menari paling
indah (free style) saat itu.
Kini
kakak beradik Andre-Wilman Jess, merambah karapan motor atau drag bike
alias trek lurus aja. “Karier mereka dari grasstrack Pulomas,
Jakarta Timur,” ingat Om Ryanto yang dikenal vokal pada kebijakan
pabrik Honda sendiri.
Kenyang
garuk tanah, langsung macul, eh... sarua keneh
(sama saja, red). Maksudnya, abang-adik Jess ditantang
naik motocross. “Tukang koreknya bapak
sendiri (Om Sunarko, red),” serobot Andre yang
lahir 16 Mei 1965 itu.
Om
Sunaro memompa keluarga Jess dengan ketat. Elemen dasar bermain kuda
pacu harus dipatuhi. Fisik Andre-Wilman digenjot. “Bapak paling
cerewet. Ngetesnya push-up 50 kali. Kurang dari ini, nggak
boleh balap,” imbuh Wilman yang lahir 1 Agustus 1966.
Seleksi
alam. Andre kurang menggigit di motocross. Makanya, pada 1996 mundur.
Lalu bareng babe di belakang layar tim Honda. Sementara Wilman,
ujung tombaknya. Ia menutup karier motocross 1994. Disusul mundurnya
sang babe dari jajaran Honda pada 1997.
Meski
terbilang uzur, Wilman dan Andre mengusik drag bike free for all (FFA).
Bermodal CR250, langganan juara. Lawan pun keder tongkrongan dan
raungan dapur pacunya. “Saya sendiri yang meraciknya,” kata Om
Sunarko yang kini telah punya cucu itu.
Tunggu
cucu Jess. Sinyo/Foto : Sonie & Dok. Otomotif
|
SEJARAH
NAMA JESS |
|
Ditanya
arti Jess di belakang nama mereka, Andre buka kartu. “Nggak
ada arti khusus,” ungkap Andre yang berkaca mata ini.
Jess
pemberian kru Honda ketika itu. Menurut mereka, Andre ato
Wilman Sunarko kurang sangar didengar. Biasa aja. Spontan para
kru memanggil Jess. Sampai sekarang sebutan itu nempel macam
prangko.
Wilman
punya arti sendiri buat nama Jess. “Jengkol Enak Saya Suka,” cocor
penyuka masakan ‘hati macan’ ini.
Bauuuuu..!
|
|