No. 146 / II - Sabtu 14 Desember 2001
Mailing List Newsletter Guestbook Forum Chatting


Kata Kita  

BUAT SELURUH BROTHER SEDUNIA

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN 
Mohon Maaf Lahir & Batin
 
1 Syawal 1422 H

 

 


CAGIVA V RAPTOR LAKSA MOTOR

Assamualaikum Wr. Wb.. Langsung aja. Di edisi lalu MOTOR Plus tampilin Cagiva V Raptor 1000 cc punya Aming dari Laksa Motor. Apakah motor itu hasil modifikasi atau standarnya memang begitu? Berapa harganya?

Hatur nuhun broer..! NB: Salam buat Cepotnya!

AGUS SETIAWAN, STT LAS-B.4.T, Jl. Sangkuriang 14, Bandung, 40135.
Foto : Boyo

Waalaikum salam. Cagiva V Raptor 1000 cc yang ditunggangi Andri 'Aming' bukan motor modifikasi alias asli dari pabriknya sono. Kalau hasil ubahan, pasti dijelaskan dong. Oh ya, harga Rp. 177 jeti


TANGGAPAN PENGDA IMI JAWA TIMUR

Yth. Pimpinan Redaksi MOTOR Plus di Jakarta

Berkaitan dengan pemberitaan di tabloid MOTOR Plus edisi No. 143/III, Sabtu, 24 Nopember 2001 dengan Judul: PENGDA IMI JATIM MALAIKAT PENCABUT NYAWA, bersama ini ada yang perlu saya sampaikan:

1. Bahwa prinsipnya kami mendukung idealisme pers sebagai social control, sehingga segala sesuatu dapat berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat. Akan tetapi tentunya yang disampaikan haruslah berpijak pada fakta, kejujuran dan bersumber pada sumber berita yang jelas serta bersifat konstruktif

2. Bahwa setelah kami melakukan klarifikasi sekaligus cross check pada person-person yang dalam tulisan tersebut dijadikan sumber berita, ternyata mereka merasa tidak pernah diwawancarai dan tidak pernah melontarkan pernyataan yang dikutip dalam tulisan tersebut. (surat terlampir)

3. Bahwa judul dan subtansi berita tersebut terkesan pengda IMI Jatim adalah pelaksana dari kegiatan otomotif di Jawa Timur, padahal sebenarnya pelaksana kegiatan adalah klub anggota IMI Jatim.

4. Bahwa yang kami pakai sebagai landasan aturan pelaksanaan balap motor adalah yang dikeluarkan PP IMI, tanpa ada prentensi untuk menghindar dari pantauan dan pengawasan PP IMI. Selama ini kami sekuat tenaga berupaya untuk menegakkan aturan-aturan tersebut. Namun kenyataannya memang kadang-kadang di lapangan lain. Tidak adanya lokasi/sirkuit representatif di suatu kota bersinggungan dengan atensi serta permintaan masyarakat setempat yang sangat tinggi. Belum lagi, keadaan dari pihak penyelenggara yang nota bene adalah anggota IMI terhadap penegakan aturan masih kurang. Hal ini merupakan tantangan yang harus sama-sama kita perbaiki untuk kebaikan bersama di masa depan.

Sehubungan hal tersebut di atas, kami menuntut kepada saudara untuk:
1. Memberikan teguran keras kepada wartawan yang bersangkutan.
2. Membuat berita bersifat klarifikasi untuk menyeimbangkan dengan pemberitaan sebelumnya.
3. Apabila hal tersebut tidak dilaksanakan kami akan menempuh jalur hukum.

Demikian yang kami sampaikan dengan harapan pemberitaan MOTOR Plus dapat lebih proporsional dan seimbang, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Ikatan MOTOR Indonesia, Pengurus Daerah Jawa Timur
Ketua Umum Eddy Rumpoko, Sekretaris Umum Inus Triamboko

*Catatan: surat sesuai aslinya


MENDUKUNG TULISAN PENGDA IMI JAWA TIMUR

Redaksi Motor Plus yang terhormat,

Salam kenal. Saya ibu rumah tangga. Fans berat sama MOTOR Plus. Karena anak saya pembalap pemula dan suka baca MOTOR Plus.

Saudara redaksi, saya ingin memberi tanggapan bobroknya Pengda IMI Jatim. Memang benar, yang disampaikan MOTOR Plus edisi No. 142/III. IMI Jatim dan para promotor road race Jatim, malaikat pencabut nyawa. Mereka cuma mencari ladang bisnis menyelenggarakan event balap. Saya berpendapat begini, ada dasar yang kuat. Anak saya, jadi bukti dan saksinya.

Bulan Juli 2001 lalu, anak saya, Nanang Yuswanto pembalap pemula asal Ponorogo, ikut road race Jember. Status kejuaraan itu, kejurda dipromotori Anton Speed Line Surabaya.

Anak saya mengalami kecelakaan saat lomba itu. Tepatnya, penyisihan kelas bebek standar 110 cc pemula terbuka. Nah, harusnya panitia yang menangani. Tapi kenyataannya, panitia tidak bertanggung jawab. Seakan-akan anak saya kecelakaan ngebut di jalan. Tapi ini event resmi. Embel-embel kejurda lagi.

Sebenarnya kru tim, sudah melapor ke panitia. Tapi, apa tanggapan panitia, "Itu bukan urusan kami. Tapi Okelah, nanti akan saya jenguk di rumah sakit Dr. Subandi". Tapi apa.., sampai 3 hari panitia tidak nongol juga.

Perlu diketahui, anak saya mengalami gegar otak ringan dan ditengarai tulang lengan dan rusuknya mengalami gangguan. Sampai saat ini, asuransinya belum keluar. Dasar panitia tidak bertanggung jawab. Maunya cari untung saja...!

Semoga, ada pelajaran semua pihak. Agar kejadian anak saya, tak terulang lagi. Mohon PP IMI menindak tegas Pengda IMI Jatim. Terima kasih.

SUWARNI, Jl. Tengah, No. 56, Ds. Tajug, Siman 63471, Ponorogo, Jawa Timur

Nah, benar kan..!


BIKIN EVENT MOTOR KAYAK DI LUAR NEGERI

1. Usul nih. Sekali-kali muat dong olahraga motor dari luar negeri. Terutama yang nggak ada di Indonesia.

2. Boleh nggak saya ngirim foto buat Cepot. Soale cewek Ngawi nggak kalah caem sama ibu kota. Lagi pula, banyak motor oke buat properti. Kalau bisa, apa syaratnya? Tengkyu ya, om, mas, pak, yang ada di M-Plus.

RISTIANTO, Jl. Patiunus 31A, Ngawi, Jawa Timur 63211, Faks. (0351) 746610.

1. Usulnya ditampung dulu, ya.

2. Ngirim fotonya sih boleh aja. Insya Allah saat kita tandang ke sana, cepotnya dikejar. Ya, kami kejar sampe dapat. Bro Ristianto nggak usah repot-repot. Kalau mau repot lagi sih, diajak main ke redaksi aja cepotnya.


JURUS INREYEN OM CIA BISA BUAT HARIAN?

MOTOR Plus tetap jaya. Di edisi No. 141/III, halaman 14, artikel 'Jurus Inreyen Om Cia'. Apakah jurus suhu Cia bisa diterapkan di harian?

YOSAB SUTARNO, Jl. Masjid, No. 29, Ds. Gabus banaran, Jombang, Jawa Timur

Silakan, nggak apa-apa kok. Aplikasi harian, yang digunakan amplas paling halus.


Copyright © 2000 Gramedia Majalah Online All right reserved.