|
Bukan berlebihan rasanya Supriyadi menyandang gelar dokter pelek. Pasalnya semua masalah pelek, baik palang maupun jari-jari bisa diselesaikannya. “Bahkan yang palang dengan kondisi peyang berat pun masih bisa diperbaiki kembali,” pede Supri.
Pria yang menjadi spesialis pelek sejak SMP karena ikut orang tuanya ini, tidak pernah menolak tantangan untuk membuat pelek yang berbeda atau model baru, khususnya dalam masalah kembangan jari-jari. "Mau model kembangan gimana pun pasti bisa diusahakan," kata pria tegap ini lagi.
Seiring virus atau tren modifikasi yang membuat mewabahnya pelek dengan telapak lebar, Supri pun sudah mengantisipasinya. "Saya sampai bikin alat setel pelek yang bisa untuk ukuran lebar hingga 8 inci," lanjutnya.
Karena keahliannya itu dalam menyetel pelek ukuran nggak lazim tadi, pelanggan yang datang memang kebanyakan dari dunia modifikasi. "Mulai yang ring 14 untuk skubek sampai 17 atau 18 inci bagi penggemar supermoto," tambah pria berambut cepak ini.
Bahkan di komunitas trail yang biasa main di wilayah Pondok Cabe, Ciputat, Tangerang sudah begitu mengenal Supri. "Sebab kalau habis main adventure biasanya pelek harus diseting ulang," tambahnya.
Tempat kerja sederhana milik Supri ini hanya libur di hari Jumat. Sedang lamanya pengerjaan sangat tergantung dari kondisi pelek. "Tapi kondisi terparah pun paling lama hanya 2 hari," ungkap pria yang juga mengoleksi motor tua ini. Ditanya soal biaya jasa, dia kembali susah menyebutkannya karena harus lihat kondisi terlebih dahulu. "Tapi yang pasti semua pasien puas," bangga si dokter.
SUPRIYADI DOKTER PELEK
Jl. Raya Lenteng Agung, No.12, (Depan Stasiun Lenteng Agung) Jakarta Selatan. Telepon 0813-8241-0904.
Penulis/Foto : Nurfil
|