|
Dulu dicuekin, sekarang diburu! Ya, itu fenomena yang terjadi sekarang ini. Awal kemunculan Yamaha Nouvo di 2002, skubek berkesan elegan ini kurang mendapat tanggapan meriah. Tapi sekarang, dengan populasinya yang tergolong sedikit, justru malah dicari para pecinta skubek. Tentunya buat dijadikan semplakan kesayangan.
“Ada banyak faktor yang bikin Nouvo tipe ini diburu sekarang. Mungkin karena harga jual bekasnya relatif terjangkau, jadi banyak peminat,” ujar Bisyanto Pribadi, pemilik Yamaha Nouvo tinggal di Ciledug, Tangerang, Banten.
Betul tuh! Soale, pasaran Nouvo ini dihargai sekitar Rp 3–5 jutaan tergantung kondisi. Itu pun, pilihan tahun dimulai dari 2002–2004. Ya! mulai dari Nouvo ‘biasa’ hingga Nouvo Sporty. Oh ya! Nouvo tipe ini, akrab disebut Nouvo Lele. Kenapa ya?
"Kalau kenapanya, kurang tahu juga sih. Dari awal sudah banyak yang panggil begitu. Atau mungkin, karena model lampunya yang lebar menyerupai mulut ikan lele kali ya,” canda Bisyanto yang akrab disapa Amore itu.
Sebagai pecinta Nouvo Lele ini, Amore coba membangun komunitasnya. Sekarang, lebih dari 15 brotehernya gabung di komunitas pecinta Nouvo tanpa nama ini. Wah, lumayan banyak ya! Apalagi, kebanyakan dari mereka tinggal di daerah yang sama. Yaitu, Ciledug, Tangerang.
"Eits, kecuali saya lho. Saya bukan dari Ciledug. Tapi dari Prabumulih, Palembang,” celetuk Yopico, salah satu pemilik Nouvo Sporty yang gabung di komunitas itu. Wah, jauh banget ya, dari Sumatera Selatan.
Oh, taunya doi punya alasan tersendiri. Menurutnya populasi Nouvo Lele di Prabumulih sendiri sangat jarang. Bagaikan barang langka, akhirnya doi berburu Nouvo ini di Jakarta yang relatif masih banyak populasinya. Berbekal saudaranya, Raymond, yang tinggal di daerah Ciledug, akhirnya Yopico berhasil dapatakan kemauannya itu.
Lanjut! Ada satu lagi kelebihan Nouvo Lele ini. Ya! Dengan harga murah motor bisa didapat, jadi kelebihan uang bisa dipakai untuk memodifikasi sempalakan sesuai keinginan hati. “Ya, paling modal ceban aja motor sudah oke banget,” ungkap Amore.
Ceban? Maksudnya 10 ribu dong? He,he,he. Sabar! Maksudnya ceban itu, sepuluh juta. Banyak pedagang motor atau orang yang memakai istilah seribu untuk satu juta rupiah. Kalau sepuluh ribu, yang berarti ceban yang maksudnya sepuluh jeti.
Begitunya, di antara banyaknya laki-laki yang gabung di komunitas ini, muncul juga lho yang ‘makhluk halus’. Ups, wanita, githu. “Kalau Nouvo dipakai beraktivitas lebih nyaman. Apalagi kalau untuk antar anak ke sekolah, bagasi luas dan jok panjang. Enak,” timpal Susi yang nyemplak Nouvo keluaran 2003.
Okay! Sebelum memutuskan ingin terjun menjadi pecinta Nouvo Lele juga, baiknya lihat dulu pengalaman mereka yang sudah lebih dulu jadi pecinta motor ini. Jangan sampai nantinya malah jadi salah terjun. Iya, salah beli tahun atau model yang diinginkan.
Contohnya saja, untuk Nouvo keluaran 2004, sempat keluar dua tipe. “Untuk tipe Sporty, juga ada dua tipe lho. Yaitu, sporty edition dan limited edition,” ungkap Raymond yang juga pecinta skubek yang sekaligus juga pecinta adu kebut malam ini.
Menurutnya, untuk tipe limited edition pun, dikeluarkan sesuai namanya. Ya, limited! Jumlah produksinya tak banyak, waktu periode dikeluarkan pun juga hanya sebentar. Menjelang 2005 sebelum mulai berganti menjadi Nouvo Z.
Tapi tenang! Kalau Raymond bilang, kedua tipe itu masih bisa dibedakan. Beda tipe Limited dengan Sporty terletak di bagain pelek. Ya, kedua tipe ini sudah ada yang aplikasi pelek palang.
“Tetapi, tipe Limited punya palang yang sedikit lebih melengkung atau sabit ketimbang Sporty yang rada tegak,” tambah pria yang suka ngebut dengan Nouvo bore up lebih dari 200 cc ini. Nah, monggo lihat penjelasan lebih lanjut!
DIBEDAKAN STRIPING
Menurut Bisyanto alias Amore, sobat musti jeli membedakan tahun keluaran berdasar striping di motor. “Soalnya, ada beberapa ciri yang bisa membedakan. Mulai dari striping hingga pelek di Nouvo Sporty,” ungkap Pria yang punya workshop Loaxan, usaha spare-parts motor bekas dan baru di Jl. H. Mencong, Ciledug, Tangerang ini.
Untuk 2002, Nouvo tak dilengkapi striping. Hanya emblem alias logo timbul bertuliskan Nouvo di bodi samping. Pilihan warna pun terbatas, hanya tiga pilihan. Yaitu; lavender silver, pepermint silver (hijau) dan gold silver.
Untuk kemunculannya ini, Nouvo yang dalam bahasa latinnya berarti baru, sempat dibintangi Michael Owen. Itu lho, pesepakbola asal Inggris. Lalu, di 2003 terjadi sedikit facelift. Ya, dengan hadirnya striping di sekitar emblem dan cover depan.
Lalu untuk di 2004, barulah hadir Nouvo Sporty. Tipe ini, sudah tak aplikasi logo timbul sebagai penanda tipe motor. Tapi murni menggunakan striping sebagi pemanis bodi.
PAKAI NOMOR
Meski tidak memiliki nama, tapi komunitas ini mudah dibedakan. Yaitu, dengan adanya nomor di batok setang. Awalnya, sekadar iseng dari satu orang saja. Tetapi kelamaan, semua pun setuju buat pakai nomor.
“Jangan salah sangka ya. Ini bukan nomor anggota dan juga bukan nomor start. Hanya nomor yang disukai aja,” kata Amore. Hmmm..., makanya kaget juga kalau nomornya enggak ada yang urut tuh. he,he,he.
Misalnya nomor yang diaplikasi Amore sendiri untuk pacuannya. Yaitu, 13. Kalau kata orang itu nomor pembawa sial, tapi doi malah tetap mau pakai. Habis katanya, di dia, nomor ini nggak pengaruh apa-apa tuh.
Ada juga yang memakai nomor dari tahun kelahiran pemiliknya. Ya! Seperti Raymond yang lahir 1982. Doi memutuskan pakai nomor 182. “Kalau 82 aja kayaknya kurang enak tuh, tambah angka 1 di depan buat pemanis,” bilangnya.
Wah, suka-suka aja deh!
GANTI BAJU
Meski sudah capai keinginannya, tetapi ada juga yang belum puas. Iya, tampilan Nouvo Lele dimodifikasi jadi Nouvo Z. Tapi tetap, bukan tampilan Nouvo Z standar yang dimaui. “Kalau gue karena mau sekalian buat contezt. Sok depan dibikin monosok. Tapi cover pakai Nouvo Z,” ujar Ucup, yang juga pakai pelek 12 inci di roda depan-belakang.
Lain lagi Jacky, pemilik Nouvo Lele yang juga sudah dimodif. “Gue suka tampilan racing. Pakai bodi Nouvo Lele, kurang pas rasanya,” ungkap pemilik usaha cutting stiker bernama Pitstop ini.
Gitu juga dengan Anto atau yang akrab disapa Lemer ini. Nouvo lansiran 2002-nya diganti baju pakai Nouvo Z. Tapi urusan roda, doi ikuti tren sekarang. Yap! Pelek alumunium diameter 17 inci.
Sobat yang ingin pakai Nouvo Z, kendala hanya ada dibagian tangki. “Tangki musti sekalian pakai Nouvo Z. Kalau gak mentok dengan sepatbor bawah. Atau, bisa juga diketok dan sesuaikan dengan sepatbor,” ungkap Arthur dari VRT yang punya Nouvo Lele diganti Nouvo Z.
SEPULUH MOTOR
Jangan kaget dulu dan juga jangan tahan napas! Soalnya di komunitas ini, ada juga lho yang punya sepuluh motor. Ya! Semuanya Nouvo Lele. Mulai dari tahun 2002 hingga 2004. “Ya namanya juga jatuh cinta sama motor ini. Kan, selama istri kasih lampu hijau enggak apa dong,” bilang Amore.
Makin mantap jika lihat keteguhan hati doi buat berburu semua motor itu. Doi enggak sungkan lho untuk menanyakan langsung ke pengendara Nouvo Lele yang sedang berkendara di dekatnya. Malah, kadang juga diuber ketika melihat ada ‘barang’ bagus yang melintas.
"Waktu itu ada ibu-ibu yang lagi antar anaknya sekolah. Gue tanya aja, ternyata dia mau jual meskipun gue mesti ikutin dia ke rumahnya untuk nanya ke suaminya,” ungkap Amore.
Selain cara itu, Amore juga berburu lewat iklan baris di koran. Lucunya, kadang suka berbarengan dengan calon pembeli lain. “Makin tertantang kalau barangnya istimewa. Disitu gue gedein tawaran, jadi kayak lelang,” bilangnya.
Penulis/Foto : Eka/Boyo
|