|
Surya 12 Motoriders Powercross Championship (S12MPC) 2009 seri I berlangsung di Kota Wisata Batu, Malang Jawa Timur (12/12). Sayang, gelaran tidak berlangsung mulus sesuai rencana. Adanya protes dari beberapa warga dan LSM setempat, bikin stadion Brantas batal dipakai sebagai sirkuit balap garuk tanah model baru.
Padahal, protesnya dua hari menjelang lomba. “Sangat disesalkan. Jumat, kondisi sirkuit di stadion sudah 100 persen jadi dan siap pakai,” bilang A. Judiarto, Direktur PT Lightning Production (LP) selaku promotor Powercross.
 Alasan tak boleh dipakainya stadion, karena dikhawatirkan bisa merusak fasilitas. Termasuk juga, rumput lapangan. Padahal, dari LP sendiri sudah mempertimbangkan tingkat kerusakan yang nantinya akan terjadi.
Malah, walikota Malang sendiri yang berkeinginan, agar event S12MPC berlangsung di kotanya. Pun, “Telah dilakukan perjanjian, kalau ada kerusakan akan diperbaiki seperti semula,” timpal Judiarto lagi yang bukan baru kali ini LP menciptakan stadion jadi sirkuit garuk tanah. Mereka menghadirkan Blackwell Bros selaku pembuat sirkuit profesional asal Australia.
Dengan kondisi seperti itu, LP terpaksa membuat sirkuit baru. Lokasinya di lapangan sebelah stadion Brantas. Tempat yang terbatas dan waktu tak kurang dari 24 jam membuat gelaran tampil apa adanya.
Termasuk juga penerangan atau lampu. Tidak sedikit crosser keluhkan penerangan lintasan. “Dari segi sirkuit cukup bagus untuk mendadak. Tetapi penerangan kurang,” ungkap Aldy Lazaroni dari Ardian Evalube.
Dengan acara utama malam, penerangan jadi masalah besar. Apalagi, generator atau genzet sempat bermasalah. “Sulit menentukan mana jalur kering atau basah yang bisa dilintasi,” ungkap Aep Dadang Kartika KTM Aep Dadang.
Selain sulit tentukan racing line, dengan sekali lepas 20 starter tentu membuat debu cukup tebal. Ini, jelas berbahaya buat crosser. "Sebisa mungkin, start yang bagus,” aku Deni Orlando dari AHRS 89 INK Orlando R.F. Betul tuh! Tapi ini juga yang menjadi tanda tanya. Sebab dengar-dengar poin tidak dihitung! "Poin Gudang Garam tetap dihitung. Tapi untuk kejurnas itu dari PP IMI,” bilang Judiarto.
Wah, kasih dong pembalap yang sepenuh hati bartarung. Gimana tuh? "Kita masih tunggu keputusan dewan juri. Jujur kita tidak tahu jika ada perubahan. Jika memang ada, itu harus dilakukan bersama,” ungkap Frans Tanujaya dari PP IMI. Nah lho!
HASIL LOMBA
Powercross 125 cc 1. Lewis Wood Australia Surya 12 Evalube 2. Mason Phillps Australia Surya 12 Evalube 3.Aldi Lazaroni Yogyakarta Ardian's Evalube Powercross 85 cc 1. Andi S Tebok Pati AHRS Riding Forum 2.Andre Sondakh Manado IMI Racing Academy 3.Farudila Adam Jawa Timur Tim Jagung
Penulis/Foto : Eka/Herry Axl
|