|
Kerja naik-turun batang di dalam tabung sokbreker jadi penentu kenyamanan. Jarak main sok tiap jenis dan merek motor beda. Ini disesuaikan beban yang akan dipikul si motor. "Biasanya, yang dihitung bebannya 75 kg untuk joki dan 75 kg untuk boncenger,” urai Reiner, M. Sitorus, Senior Manager Service & Spare Parts PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).
Dicontohkan Reiner, travel sokbreker bebek antara 90-100 mm, tipe sport antara 110-130 mm. "Lebih jauh lagi jarak main fork trail. Untuk kenyamanan di medan off-road stroke sok depan KLX150 mencapai 175 mm," urainya.
Untuk kenyamanan, ada jarak main maksimum-minimum sok. Jarak ini dihitung dari beban yang dipanggul. Jarak mainnya bisa dilihat dengan mengikat cable-tie di pipa sokbreker lalu tekan sekuatnya.
Guna menjaga jarak main ideal, sokbreker kudu servis tiap 10.000 kilometer. Misalnya, ganti per dan minyak. Karena spring menentukan kekuatan daya tekan, sedang minyak menentukan gerak balik alias rebound. Semua berujung pada travel sokbreker.
Jika per lemah, sok terasa empuk. Travelnya memanjang. Kian terasa jika bebannya berat, atau lewat jalan keriting. "Suspensi terlalu empuk bikin ban habis tidak merata. Sebab, ayunan sokbreker bikin gesekan ke aspal tidak rata," kata Reiner yang berkacamata itu.
Makanya, Reiner sarankan ganti per daripada diganjal ring. Sebab, jika diganjal, meski kekerasannya bertambah, jarak main per berkurang. Ini tak nyaman saat pemakaian harian.
Sebaliknya, jika minyak sok rusak, biasanya jadi encer atau berkurang volumenya. Menyebabkan rebound sokbreker hanya dipengaruhi kerja per. Kinerja hidrolik sok hilang. Jarak main sok pun jadi lebih panjang. "Ini tidak nyaman untuk jalan mulus. Dan, saat dipakai kecepatan tinggi, motor tidak stabil," ulas Reiner yang klimis itu.
O ya, jarak main sok juga ditentukan kesukaan si joki dan spek motor. Buat yang suka ngebut, akan lebih baik jika travel tidak panjang agar lebih stabil. Tapi, yang demen off-road, silakan perpanjang stroke sokbreker agar lebih nyaman di kemudi.
Penulis/Foto : Aries/GT
|