|
Musim balap 2009, jadi momentum indah bagi Yudhistira. Putra pasangan H. Jamhuri Herdani-Hj. Erni Hartati ini raih sukses yang luar biasa. Secara gemilang, jadi juara IP2 sekaligus juara termuda dan dari luar Jawa, sepanjang sejarah digelarnya IndoPrix (IP).
Hasil itu bukan hanya mencengangkan, tetapi juga memberi tanda bahwa perkembangan balap Tanah Air mulai rata. Juga sinyal besar bahwa potensi Yudhis menjanjikan. Siswa SMAN 1 Binuang itu mampu membungkam dominasi pembalap Jawa yang selama ini kuat di IP.
Dilihat dari prosesnya, Yudhis memang disiapkan cukup matang oleh tim Haji Rihans Varisa Racing Team (HRVRT). ditempa di sirkuit permanen milik keluarga H Rihans, juga dibina lewat proses yang cukup sistematis. "KIta mendidiknya secara lengkap. Dari teknis, fisik. Juga ikut belajar sampai ke Jogja," terang Endy W.S, pembina Yudhis di tim itu.
Kemenangannya tentu enggak datang tiba-tiba. Badan yang ringan, teknik bagus serta mental tanding yang kuat tampak pada dirinya. Terbukti, di arena PON berhasil meraih medali perak.
Meksi tergolong seeded baru, kelahiran 30 April 1993 itu kuat menghadapi tekanan. Ujian mental juga sudah lumayan cukup dirasakan. Selain di ajang IP, Yudhis sukses di Asian Nation Road Race (ANRR). Dia termasuk pembalap yang membuat Indonesia bisa mempertahankan supremasinya di ANRR.
Proyeksi tahun depan, Yudhis fokus ke jenjang balap lebih tinggi. "Kalau kami dari pembina, target tentu ke jenjang balap dunia. Tetapi tidak mau instan. Kami ingin proses yang tepat sehingga hasilnya juga maksimal," terang Endy.
Untuk 2010, kemungkinan Yudhis tetap akan balap untuk IP di kelas nasional. "Tim memang berencana seperti itu. Tetapi, langkah menuju ke peningkatan kelas akan tetap diusahakan," tambah mentor asal Jogja itu.
Sambil menunggu perkembangan ke arena balap mana yang akan dituju, Yudhis tetap latihan untuk IP. "Saat ini belum ada keputusan final. Tapi pembicaraan sudah ada. Cuma ajang international seperti apa dan di negara mana, itu sedang digodok," tegasnya.
Yang pasti, selain turun di IP, andalan tim HRVRT itu akan tetap fokus untuk jenjang balap dunia. "Kecuali, jika nanti ternyata sudah jelas putusan agenda untuk ke event pematangan menuju kelas international, tak masalah kalau harus tinggalkan IP," pasti Endy.
Penulis/Foto : Chuenk/GT
|