:. Refleksi Bisnis Motor 2010
Perlukah Monas?
2010-01-22 22:18:47

3820produksi-vario-black.jpgProduksi dan penjualan motor di Indonesia terbesar ketiga setelah Cina dan India. Tapi, Cina dan India sudah punya identitas. Maksudnya, Negeri Tirai Bambu dan India sudah punya motor nasional yang bisa dibanggakan. Bagaimana dengan Indonesia?

Abad ke-21 masuk tahun ke-10 alias dasawarsa. Enggak usah hitung sebelum tahun 2000 deh. Hitung aja dari 2000 sampai 2010 ini. Di Cina dan India alih teknologi industri roda dua sudah bisa dilakukan di tahun ke-10.

Contohnya tentu ada. Di tahun ke-10 Cina punya Jialing yang dasar teknologinya dari Honda atau Jincheng alih teknologi dari Yamaha. Begitu juga dengan India yang punya TVS dengan transfer ilmu motor bakar dari Suzuki.

Bahkan, kedua pabrikan besar di negara itu juga melakukan ekspansi ke Indonesia. Jincheng masuk ke Indonesia pada awal 2000. Walaupun kini keberadaannya sulit dilacak di sini.
3821hal27_refleksi2.jpg
Sedangkan, TVS melakukan penetrasi pasar di Indonesia sejak 2007 lalu. Bahkan, pabrikan asal India ini serius mengelola bisnis sepeda motor dengan membuat pabrikan mereka yang efisien di wilayah Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.

Bagaimana nasib monas atau motor nasional yang asli Indonesia? Tahun ke-10 di milenium ke-2 ini enggak jelas nasibnya. Ambil satu contoh produsen Kanzen.

Tahun ini Kanzen makin kritis, bahkan kabarnya malah lebih serius jadi suplier produksi tabung gas 3 kg. Produksi motor sementara sejak medio 2009 distop dan lebih banyak bikin tabung gas supaya karyawan bisa digaji.

Kanzen memang bukan murni produksi Indonesia karena banyak komponen diambil dari Cina, Taiwan, dan Korea. Mau ngambil produsen komponen di Indonesia ujung-ujungnya yang punya negara lain. Dari piston, klep, bearing, sampai ban punya negara lain yang pastinya lebih dari 50 persen keuntungan perusahan lari ke negara pemilik modal.

Bagaimana dengan industri motor di Indonesia? Wah... Rasa-rasanya masih jauh dari yang namanya alih teknologi. Sebab, industri roda dua Indonesia kepemilikan saham mayoritas punya bangsa lain. Indonesia hanya sebagai konsumen.

Membangun industri motor memang tidak mudah. Pertanyaannya, apakah penting Indonesia memiliki sebuah industri motor sendiri? Ini jika dikaitkan dengan berbagai aspek. Yakni aspek ekonomi, politik juga nasionalisme.

Seorang mantan petinggi produsen motor mengungkapkan, membangun sebuah industri otomotif tidak hanya cukup dengan semangat nasionalisme buta. Yang penting punya merek sendiri.

“Coba hitung plus dan minusnya membangun merek sendiri di tengah para produsen yang telah puluhan tahun berkutat di bidang itu,” bilangnya.

Apalagi jika dikaitkan dengan Indonesia belum punya teknologi itu. “Terus terang saja Indonesia belum memiliki kompentensi itu. Selain akan menyedot biaya yang sangat besar, ini pun belum tentu juga akan berhasil,” paparnya.

Dengan kondisi seperti ini, sangat realistis, jika tidak ada kalangan industri di Indonesia yang masuk ke dalam industri motor sekarang ini.

Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki modalnya sudah punya pemilik merek. Artinya, keuntungan tiap tahun pasti lebih banyak dinikmati negara asal tiga merek. Sisanya tinggal Honda yang sahamnya masih milik Astra secara berimbang alias tidak mayoritas Jepun.

Berarti tinggal Honda yang masih ada setengah kulit sawo matang alias milik Merah Putih. Ini pun tetap kejadian kalau keuntungan besar produsen asalnya.

Indonesia masih bisa memetik keuntungan dengan menjadi tuan rumah untuk industri penyokong dunia otomotif. “Kita masih bisa mengambil ‘keuntungan’ dengan menjadikan industri lokal sebagai penyuplai kepada merek Jepang itu,” urainya.

Itulah pentingnya, regulasi pemerintah untuk menjaga industri penyokong khusus dunia otomotif. Aturan yang mewajibkan industri otomotif nasional untuk memenuhi unsur kandungan lokal pada setiap produk mereka merupakan salah satu cara agar Industri lokal tetap berkembang.

“Tentu dengan kondisi ini, kita perlu realistis juga untuk membuat industri motor nasional. Apalagi sebenarnya industri motor ini bisa dilakukan melalui multisourcing,” jelasnya.

Dengan memperkuat industri itu, manfaat yang didapat yakni berkembangnya industri rumahan yang bisa ikut menyokong.

“Tentu banyak sekali tenaga kerja yang terserap lewat industri turunan ini. Sehingga, manfaat ekonomi yang didapat seperti trickle down effect atau bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat Indonesia,” bilangnya.

Walaupun tetap masih ada juga industri penyokong yang bermerek non lokal. Contoh penggunaan komponen seperti karburator Keihin atau Mikuni. Buat uji dan tes penyesuaian dengan mesin di produk motor massal pabrikan Jepang di Indonesia, mereka mesti bayar lebih milyaran ke produsen Keihin atau Mikuni di Jepang sono.

Artinya, bangsa ini memang kudu berhitung dan membayar lagi dari penggunaan komponen berlabel non motor nasional per tipe - per tahun ke produsen pemilik merek?

Bandingkan dengan jumlah pemasukan per tipe dan per tahun dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Pertambahan Nilai untuk Indonesia sendiri. Jangan-jangan kangtaw lebih banyak dinikmati produsen asal merek motor berada.

Jangan-jangan...

Penulis/Foto : Hend, Niko/Dok. MOTOR Plus

   Comment
2010-06-04 13:35:43
membeli punya orang berarti memperkuat ekonomi orang lain,lama2 komunis kuat jangankan beli kendaraan ...... mau beli beras aja susahhh ...... makanya jelek2 bikin dong kendaraan sendiri ... jangan katanya motnas kok merknya liemsioeliong ..... sama aja bodong .... eehhh bohong ding ...... hidup orang bodoh negeriku!
By jagaddewobathoro
2010-05-25 18:51:59
negara ini bubarkan ajadah tidak bisa diandalkan!! pemerintah sibuk korupsi tidak ada kebijakan yg dibuat untuk menguntungkan produsen dalam negeri seperti wajib transfer teknologi bagi negara2 yg membuat pabriknya diindonesia
By freza
2010-05-07 21:22:06
ya perlu lahhh....masak ngga Pede dengan kemampuan bangsa kita sendiri.kawan kawan silahkan maen ke universitas2....ke bengkel2....ke cukong2 kaya ....semua unsur sudah terpenuhi...tehnologi;sdm; dana...mau apa lagi?!?!?sama sama nguntungin.semua tenang semua senang
By indonesia
2010-04-27 19:36:06
jangan mikir tuk buat MONAS, mending korupsi aja yang di banyakin...........
By otoy
2010-04-16 13:26:08
kalo mo buat motor, jangan setengah-setengah...coba aj buat mesin sendiri...yang unik bisa dari mesin deisel...biodiesel gitu!!!
By sani
2010-04-15 13:52:44
jangan salah ciri has INDONESIA adlh BATIK.dunia kenal batik adalah satu''nya milik INDONESI RAYA TERCINTA.
By
2010-03-18 13:24:56
TUKANG MODIFIKASI ATAU TUKANG NGENCENGIN/NGOREK MOTOR JELAS GA BAKALAN BISA NYIPTAIN MOTOR.BEDA KELASNYA GOBLOK.KALO NGOREK MESIN MOTOR DOANG MAH ANAK KECIL JG BISA,BEJIBUN YG BISA.
By MODIFIKASI ????
2010-03-17 20:19:26
GA PENTING MOTOR NASIONAL KRN PASTI KUALITASNYA RENDAH MACEM KANZEN ITU.ORG INDONESIA ITU SELERANYA TINGGI,DAYA BELINYA JG TINGGI,FERARI AJA YG HARGANYA Rp.10 MILIAR DISINI BANYAK YG BELI
By PRIHATIN
2010-03-15 14:12:05
MONAS GAPENTING,UJUNG2NYA BIKIN MOTOR KUALITAS RONGSOKAN,TAPI HARGANYA MAU DI MIRIPIN MOTOR JEPANG.CUMA JADI AJANG PENIPUAN KPD KONSUMEN
By GA LA YAU
2010-03-14 13:13:31
Kayaknya Industri Monas gak penting deh, lebih penting ngomongin panasnya politik. Kalau kita lihat dan rasakan sekarang orang lebih perlente membicarakan politik dari pada bicara masalah teknologi. Sebenarnya kita bisa lihat motor cina yg nota bene nyontek jepang, pertama mungkin kita cibir yang rusakan lah dll, tapi sekarang gak kalah sama jepang. Kalau di negara kita kalau ketahuan niat nyontek saja sudah berhadapan dengan aparat. Kalau pun berdiri pabriknya, pasti dijamin lebih mahal dari import, karena disana-sini minta angpow. Sebenarnya SDM sudah mumpuni.
By Prihatin
2010-03-12 15:52:24
OTOMOTIV INDONESIA GA PUNYA ORG YG OTAKNYA SECANGGIH HABIBIE YG BISA BIKIN KAPAL TERBANG,JADI GA BAKAL BISA BIKIN MOTOR/MOBIL.BUAT BIKIN SEKELAS MOCIN AJA BELUM MAMPU??MOCIN AJA DI SINI MATI SENDIRI KARENA GA BERKUALITAS
By BELUM WAKTUNYA
2010-03-11 20:17:54
JANGAN PAKSAKAN KALO BELUM MAMPU BIKIN YG BERKUALITAS.HUKUM PASAR TUH GAK KENAL YG NAMANYA NASIONALISME,YG BISA BIKIN PRODUK KUALITAS TINGGI DG HARGA RENDAH,PASTI DIA YG LAKU.GA ADA URUSAN DIA BUATAN INDONESIA ATAU BUKAN
By INDONESIA KU
2010-03-11 20:17:46
EMANG INDONESIA BISA BIKIN MOTOR BERKUALITAS KAYA MOTOR JEPANG??KALO CUMA SEKELAS MOCIN JANGAN DEH,MALU-MALU IN
By BUATAN INDONESIA
2010-03-08 22:25:46
stuju bngt m usulx jaka kcd.. biar indonesia pny raja jalanan yg tmbh joss.. slm buat smua pcnta RX-KING
By joko'asoka
2010-03-08 14:50:58
Masa kalah ama malaysia yg punya Modenas.. Indonesia juga kudu punya donk... inget quality nya...
By dRX KNC
2010-03-05 12:05:37
mending jadi juragan beras aja,lahan pertanian kan semakin sempit,motor smkin banyak,beras semakin tinggi harganya,emang mau makan motor,kalau byak motor gak ada beras kan repot.
By ahmad.
2010-03-03 18:27:31
Motor nasional,kayaknya mungkin aja tuh!!kalo pemerintah punya nyali seperti pemerintah malaysia,india,cina pasti bisa.Masalahnya...kita gak punya semangat kayak orang cina,india,ato orang MALAYSIA..yang notabene serumpun.masa kalah ma Malaysia?kita lebih banyak panas2 tai ayam.
By AGUS
2010-02-17 15:59:51
Alih teknologi sgtlah perlu. Macet no way..! Tp yg prlu di ctt olh Pemernth, buatlah kbjkan yg bener utk khalayak n kenymnn massa. Mislnya menaikkn pajak kndrn bmtr 10x bg yg punya motor lbh dr 2 n mobil lbh dr 1 utk stiap KK di slrh Indonesia.
By Kyrie Limbangan Brebes
2010-02-09 17:25:22
harusnya indonesia bisa memproduksi motor nasional,toh banyak ahli modifikasi,yang bisa ngacak2 motor jepang,coba mereka yang ahli modifikasi di kumpulkan dibuat kan anggaran nya,trus suruh deh mereka bikin konsep motor nasional,..dibantu insinyur2 yang pinter2,..
By Otax
2010-02-08 17:32:12
ayo bikin motor yg berkualitas setara mo pang
By Bitu Club
2010-02-08 15:21:48
kenapa motor nasional ga ada...lha harganya aja beda tipis ama motor jepang atawa china ya orang lebih milih motor jepang
By ari
2010-02-05 16:15:19
adaikan Kanzen ngeluarin motor 250cc model Ninja 250r dengan harga kurang dari 30jt pasti laku, apa lg klo ngeluarin yg 600cc dengan harga kurang dari 100jt.... pemerintah bantu dong produksi roda 2 dalam negri dengan menghilangkan pajk barang mewah buat produk lokal.... maju terus kanzen ane tunggu motor 600cc nya
By Anugrah
2010-02-04 13:44:00
Kebanyakan mikirin produk negara lain apa? Mungkin juga pendidikan otomotif di Indo kurang memberdayakan siswanya.
By ABAY ANDHIKA
2010-02-03 20:29:49
Sedih dengar nasib Kanzen, sampai 3 tahun Kanzen Taurus Grandroad masih setia pulang pergi 40 km Bekasi - Cibitung tanpa kendala berarti. Memang kepercayaan diri bangsa ini sangat rendah, pejabat nya lebih senang terima amplop dari perusahaan asing daripada ingin mandiri.
By Mugi Prayogi W
2010-02-01 14:07:50
yaaa......gak mungkin lah wong masyarakat kita sebagian besar seneng merk luar negri.....kecuali harga spd motor yang sudah ada harganya dinaikkan per unitnya Rp.200 juta type bebek dan 400 juta type sport....baru deh ngelirik produk Indonesia....hahaha
By budi65
2010-01-28 14:15:25
kita kumpulin mekanik mekanik road race handal dan suruh mreka bikin motor
By oooo
2010-01-27 13:53:09
lallu..kapan..bangsa kita punya ciri khas..sendiri dimata dunia ?? oh..indonesia ku..
By samsudin
2010-01-27 13:51:48
bengkel di daerah tebet yang bagus dimana ya.
By adi
2010-01-25 14:48:21
daripada dijajah... mending motor2 yg dah stop produksi Jepang macam RX KING 2 TAK di jiplak buat dijadiin bahan dan dityambahkan teknolog asli Indonesia..... jadi Indonesia punya KING-Indo yang pastinya peminat motor ini sangatlah banyak, apalagi masyarakat kini bergairah lagi untuk menggunakan motor 2 TAK macam King yang punya tenaga kuat, makanya sekarang yg punya king cuma tukang2 pasar dan pengkulak, atau pengantar pos dan siap saji
By JAKA KCDJ
2010-01-25 14:29:00
Pertanyaan Apakah indonesia perlu memiliki industri motor? Kalau menurut q sih penting q bisa berbang ga hati menampil kan produk motor indonesia kepada semua orang
By Anakrese

   Posting Komentar anda
Name :
Comment :
:. Artikel Terkait
   PENGGANTI MEGA PRO? - Motor Baru Honda
   Semua Ikut Demam Bola - Pekan Raya Jakarta 2010
   Tampil Lebih Sporty - Motor Baru TVS Neo X3I 110 cc
   Jual Kecap atau Fakta? - Iklan Teknologi Motor Sport
   Bakal Meluncur di Indonesia? - LAPORAN LANGSUNG ACHMAD SUHENDRA DARI BANGKOK INTERNATIONAL MOTOR SHOW 2010
:. Artikel Lain
Image
Lebih Efektif dari Uang Kas

Image
Image
Image
Terapkan Bagito

Image
Menjebatani Produsen, Konsumen dan Pemerintah

Image
Mau Bersih? Tambah Rp 2.000

Image
Image
Butuh Aturan Pakai!

   RESENSI MAJALAH BIKERS EDISI DESEMBER
   Akankah Mematikan Bisnis Variasi?
   Bisakah Bersaing?
   MELAYANI MOTOR
   Nih Die Tampangnye!
   Yamaha Siapkan 7 Motor Baru!
   Antara Garansi dan Yang Terbaik
   Buaya Vs Buaya
   Untuk Pemula & Senior
   Lakukan Renegosiasi
 

  WEBSITES : TabloidNOVA  |  IDEA-Online  |  Hai-Online  |  Otomotifnet  |  duniasoccer  I   NationalGeographic  |  Klubnova |  PreventionIndonesia |  KOMPAS
CopyRight © Gramedia - Majalah, All Rights Reserved 2008