|
Jangan sampai tracker tidak tahu kalau status kategorinya naik. Misalnya dari Junior ke Senior! Ini dialami Cep Sena, tracker andalan tim Alexandro Racing Team asal Jakarta.
“Kaget juga sih. Ketika ikut event pertama di 2010, ternyata tidak boleh main di kelas junior lagi. Saya belum tahu kalau status sekarang di senior,” ungkap tracker dari Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Frans Tanujaya, kenaikan status berdasarkan hasil dari kejuaran di region. “Tetapi tentunya input yang kita masukan berdasar dari laporan setiap Pengprov IMI,” ujar pria yang urusi Biro Olahraga Motor PP IMI khusus off-road roda dua itu.
Masih kata pria ramah itu, tujuan dinaikannya kategori tracker, untuk mencegah tracker yang berprestasi tapi terlalu lama di kategori tertentu.
Takutnya, ini malah bisa menghambat prestasi tracker lain. “Saya tidak keberatan mengenai kenaikan kategori Cep Sena. Karena dengan skill-nya, memang pantas untuk naik ke senior. Tetapi tentunya, proses ini harus melalui prosedur yang jelas. Ini demi memajukan grasstrack bersama,” ujar Mico Alexandro, owner ART.
Menurut Mico, kenaikan kategori trackernya itu tidak melalui prosedur seharusnya. Dalam hal ini, Pengprov IMI DKI belum mengajukan soal kenaikan status pembalap. “Karena Pengprov DKI saat itu belum mengadakan Raker. Jadi, darimana asalnya masukan atau laporan yang diberikan,” ujarnya.
Memang Frans sendiri mengakui, ya kalau Pengprov IMI DKI belum memberi masukan. Tapi seperti disebut di atas, kenaikan diambil dari hasil kejuaraan region. Wah, masalah prosedur dong!
Penulis/Foto : Eka
|