|
Sentra variasi, bengkel umum maupun bengkel spesialis di Jakarta telah lama bergeser. Awalnya, pada era pembukaan abad millenium tiap berburu variasi, hanya ada satu nama di kepala, Kebon Jeruk III, Kota, Jakarta Barat.
Kini untuk wilayah Jakarta, sentra variasi dengan berbagai komponen spesialisasi bisa ditemui di beberapa wilayah Jakarta. Ragamnya bahkan mengalahkan legenda sentra variasi Kebon Jeruk III.
Di selatan Jakarta, kawasan Cinere Raya yang kebetulan begitu dekat dengan Depok, Sawangan, Parung dengan Jakarta Selatan telah banyak berdiri toko variasi. Umumnya bermain di matik.
“Sejak 2 tahun belakang ini, sepanjang jalur Cinere Raya mulai ramai dilewati motor. Dan itu memungkinan pengendara yang lewat singgah ke bengkel atau toko variasi. Makanya jangan heran mulai dari kawasan Limo-Depok sampai Karang Tengah-Jakarta Selatan, mulai dipadati toko variasi dan bengkel motor,” ujar Icha pemilik Matic Corner di Cinere Raya, Limo-Depok.
Di antara toko yang layak disinggahi, untuk keperluan part umum bisa kunjungi Toko Mandala di perempatan arah Gandul. Sedang yang sifatnya spesialis, konsumen dapat kunjungi bengkel BRS yang kerap merestorasi tunggangan lawas produk Jepang.
Bukan cuma itu. Jalan Cinere Raya merupakan askes utama warga yang tinggal di sekitar wilayah itu. “Sehingga lokasi bengkel maupun toko variasi di jalur ini cukup membantu yang ingin cari peralatan dan komponen yang dibutuhkan,” jelas H. Acep Supandi bos GT Speed di Limo-Depok yang melayani bore up mesin skubek dan komponen khusus fashion.
Selain di Cinere Raya, warga Jakarta Selatan juga bisa datang ke Pamor (Pasar Potor) yang berlokasi di Plaza Nagari Pakubuwono, Velbak-Jakarta Selatan. Kebetulan di Pamor juga banyak toko variasi motor, bengkel spesialis dan dealer motor dalam satu lokasi.
“Pokoknya konsumen dapat dengan mudah cari barang yang diperlukan motor dan pengendaranya tanpa harus repot cari ke tempat lain. Apalagi buat mereka yang ingin servis atau modif motor. Di Pamor juga tersedia dengan harga khusus,” jelas Nefo pengelola lokasi ini.
Sementara untuk wilayah Timur Jakarta, sejak 1,5 tahun lalu hadir sentra variasi dan bengkel motor di sepanjang Jl. Kolonel. Sugino, Jakarta Timur dan Jl. Otto Iskandar Dinata alias Otista.
“Lokasi ini mulai ramai sejak 4 tahun lalu. Komponen yang dijual kebanyakan tinggal pasang. Mekaniknya ada di depan toko. Tinggal kasih jasa pemasangan saja,” jelas Aheng, punggawa Planet Motor di Jl. Otista Raya, No. 23 A, Jakarta Timur.
Di wilayah Ciledug sudah jadi incaran, konsumen di sekitaran Jakarta-Tangerang. Bahkan, pemain lama yang berdomisili di Kebon Jeruk III, tak menyia-nyiakan peluang bisnis yang ada di Ciledug. Nama seperti Inti Jaya dan Harapan Motor ikut bermain di sana.
APA KABAR KEBON JERUK III?
 Tak lengkap jika menyebut sentra bisnis variasi motor tanpa menyebut nama Kebon Jeruk III yang begitu memesona di eranya. Keriuhan pengunjung yang rata-rata rakyat motor, mekanik yang sedang memasang atau servis motor pelanggan sangat terasa.
Kini bagaimana kondisi sentra variasi yang legendaris itu? Novi, punggawa Inti Jaya mengakui untuk kalangan Jakarta, Kebon Jeruk III bukan lagi menjadi pilihan utama berbelanja. “Kini sentra bisnis sudah menyebar. Di Otista, Ciledug dan lainnya. Dengan harga yang sama dan barang sama, untuk apa beli di sini,” jelasnya. Namun untuk kalangan pebisnis luar Jakarta, nampaknya nama Kebon Jeruk III masih tetap beken. “Untuk kiriman ke luar Jawa masih jalan,” jelas pria yang kini bermarkas di Kebon Jeruk V itu. Bagi para pedagang tingkat persaingan yang tinggi serta biaya sewa yang besar di wilayah ini jadi masalah tersendiri. Tjhin Wie Tjai, bos Tri Comindo Bintang berujar, melihat suksesnya Kebon Jeruk III mendongkrak harga sewa ruko. “Jika sebelumnya masih sekitar Rp 100 jutaan per tahun, kini telah mencapai 200 jutaan. Biaya makin besar,” tutupnya.
Penulis/Foto : Kris, Hend/David, Yudi
|