|
Puasa bukan berarti mengurangi asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Tetapi dasarnya hanya menggeser pola makan. Dari pagi, siang, dan sore, menjadi saat sahur, buka puasa dan setelah shalat Tarawih. Tubuh tetap membutuhkan asupan makanan yang bergizi untuk memenuhi kalori pada umumnya sebanyak 2.000-3.000.
"Kekurangan kalori menimbulkan penyakit. Kelebihan akan menimbulkan obesitas," buka dr. Yayok Witarto, MS, Sp.GK, dokter spesialis Gizi Klinik RS. Polri Dr. Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Jika dipilah, karbohidrat yang dibutuhkan tubuh setiap harinya 60-70%, lemak 20-25% dan protein sebanyak 10-15% atau 1 gram/ kg berat badan. Jadi kalau berat badannya 60 kg maka protein yang dibutuhkan juga 60 gram.
Jangan lupa untuk pengendara yang sehari-hari menghirup asap dan debu di jalan, pasti membutuhkan antioksidan. Zat ini berfungsi mengikat radikal bebas yang ada di dalam tubuh. "Kandungan antioksidan banyak terdapat pada vitamin A, E dan C," lanjut dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
Apabila tingkat polusi di jalan sangat tinggi, kebutuhan vitamin bisa ditingkatkan. "Bisa dua kali lipat lebih banyak," anjur dokter ramah ini.
Saat berbuka puasa sebaiknya makanan yang masuk ke dalam tubuh juga ikut diatur. Nggak bisa serta merta langsung memakan makanan yang dibutuhkan tubuh.
Tetapi musti diatur sedikit demi sedikit agar usus juga nggak kaget. "Misalnya saat berbuka dimulai dengan makan makanan kecil atau jus yang mudah diserap usus," lanjut dokter berpangkat AKBP ini. Boleh juga makanan yang mengandung gula untuk meningkatkan gula darah.
Tetapi manisnya kandungan gula ini hanya sebentar membuat perut kenyang. Maklum, karena sifat gula yang tergolong karbohidrat sederhana.
Setelah shalat Tarawih dilanjutkan dengan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Maksudnya adalah makanan yang dapat menyebabkan kenyang dalam waktu lama Saat sahur jadi kebutuhan penting untuk mengisi cadangan makanan di siang hari.
"Kandungan itu biasanya ada dalam lauk-pauk. Jadi saat sahur, perlu ditambah lauk-pauk. Karena sifatnya bisa tahan lama sebagai cadangan makanan saat puasa. Kalau perlu ditambah susu."
Penulis/Foto : Tining/Boyo
|