Find Us On Social Media :

Mengenal Fix Kaliper Pada KTM Duke 200, Agar Lebih Pakem

By Motorplus, Rabu, 12 September 2012 | 16:23 WIB
()


Sistem pengereman bagian depan motor sudah hampir semua  mengaplikasi disc brake alias cakram. Tujuannya selain lebih mudah ketika membersihkan, rem cakram cukup akurat untuk mengerem laju sepeda motor. Karena memiliki daya melepaskan panas yang lebih baik dari rem teromol, sehingga lebih pakem.

Pada prinsipnya, rem cakram itu bekerja dengan cara saling bergesekan antara kampas rem dengan piringan. Jadi, ketika handle rem ditekan, piston rem pada bagian kaliper akan menekan piringan sehingga dapat mengurangi kecepatan.

Pada sistem pengereman yang mengalikasi cakram itu ada dua jenis kaliper. Pertama, kaliper rem bergerak atau yang sering disebut floating caliper. Peranti ciet jenis ini punya piston pada satu sisi kaliper rem saja, sehingga saat sisi piston menekan kampas rem, tekanan pada sisi kampas rem yang tidak mempunyai piston dihasilkan dari unit kaliper rem yang bergeser pada slide pin.

Kekurangannya, reaksi rem lebih lambat karena harus menggerakkan unit kaliper rem. Pengereman jenis ini dipakai di motor bebek, sport dan matik lokal. Jenis cakram atau piringan yang dipakai fix karena yang bergerak kiri-kanan kalipernya.

Sedangkan yang kedua kaliper diam atau tidak bergerak, istilah baratnya fix caliper. Kaliper jenis ini punya piston pada kedua sisi kaliper kampas rem. Sehingga saat piston mendorong hanya kampas rem yang bergerak menjepit cakram rem, lebih cepat reaksinya dibanding jenis kaliper rem bergerak.

Karena kaliper diam atau fix, maka cakramnya yang floating. Disc atau piringannya yang oblak kiri-kanan. Seperti yang kita lihat di moge atau MotoGP.

Karena sistem floating disinyalir punya kelemahan, pihak KTM yang baru saja mengeluarkan varian Duke 200 mengaplikasi sistem fix caliper dan fix cakram. Banyak yang bertanya, apakah tidak berisiko bahaya? Kalau piston kaliper macet bisa tidak bergerak cakramnya. Atau ketika cakramnya oleng juga bisa bikin macet. Karena dianggap tidak ada speleng atau toleransi.

Wing Haryadi, Direktur Teknik KTM Indonesia kasih alasan. ÔÇ£Agar jepitan kampas rem lebih dapat mengcengkram, sehingga efeknya rem akan terasa lebih pakem,ÔÇØ ungkapnya.

Menganut sistem itu, terdapat empat piston yang berada di dalam kaliper itu. ÔÇ£Selain itu, kelebihan fix kaliper dapat penyaluran oli rem akan lebih maksimal,ÔÇØ jelas Pria yang kantornya berada di Taman Tekno, Blok L1, No. 12 BSD city Tangerang.

Begitupun cakramnya dibuat rigid alias tanpa floating. Agar benar-benar lebih responsif. Kondisi ideal ketika motor masih baru memang bagus. Tapi, bagaimana paka kalau motor sudah lama?

Namun kalau melihat harga motornya, harusnya pemakai lebih pandai. Sering memeriksa atau merawat pengereman depan. Piston kaliper tidak boleh macet dan cakram tidak boleh oleng. (motorplus-online.com)