Find Us On Social Media :

Membuktikan Peningkatan Debit Semprotan Bensin Dari Injektor SRP

By Motorplus, Rabu, 10 April 2013 | 17:48 WIB
()


Bicara setting pasokan bahan bakar pada sepeda motor yang sudah mengusung teknologi injeksi, memang tidak semudah ngoprek mesin yang masih menggunakan sistem karburator. Jumlah semprotan bahan bakar sudah diatur secara elektronik oleh Engine Control Unit (ECU).

Banyak yang beranggapan, untuk menambah suplai bahan bakarnya diperlukan manipulasi data dengan piggyback atau menggunakan programable ECU. Sayangnya komponen ini harganya masih mahal..!!!

Tapi tenang, seperti sudah dibahas pada tulisan sebelumnya (klik di sini) , untuk menambah debit bahan bakar bisa dilakukan hanya dengan mengganti injektor dengan yang memiliki debit semprotan lebih besar.

"Ini adalah cara praktis untuk menambah jumlah bahan bakar pada motor yang mengalami perubahan ringan seperti mengganti knalpot racing. Jadi tidak perlu memasang piggyback atau ECU," beber Freddy Gautama dari Ultraspeed Racing. Nah, untuk membuktikannya, yuk dilakukan pengetesan.

Apakah benar, dengan kondisi tekanan bahan bakar yang sama yang diasumsikan tidak ada perubahan data mapping dari ECU, injektor aftermarket tetap bisa menyemprotkan bahan bakar lebih banyak ketimbang standar? 

Dalam uji coba ini injektor standar Honda CBR 250 diadu melawan injektor berlabel SRP. Totalnya ada dua sekaligus. Pertama warna hijau dengan spesifikasi300 cc/menit dan hijau tua 430 cc/menit.

Alat injector tester milik Spinx Motorsport di Poin Square, Jakarta Selatan. Alat ini disimulasikan sesuai dengan spesifikasi fuel pump standar Honda CBR 250R. Tercatat di buku manual sebesar 294 kPa pada putaran stasioner atau sekitar 43 psi atau 2,94 bar.

Setelah disemprotkan selama 15 menit, di gelas ukur tercatat hasil semprotan sebanyak 75 ml untuk injektor standar. Ini sama dengan jumlah semprotan injektor SRP berwarna hijau. Sedang injektor SRP berwarna hijau tua menghasilkan semprotan 107,5 ml. Nah terbukti bertambah debitnya!

"Untuk pembuktian lebih lanjut, lebih enak dites di atas mesin dyno, menggunakan motor standar atau yang sudah mengalami ubahan ringan seperti pasang knalpot racing," ungkap Freddy.

Biar bisa keliatan kenaikan performa dan campurannya, antara terlalu kaya atau miskin bisa menggunakan parameter Air Fuel Ratio (AFR). Jadi tunggu tes selanjutnya ya! (motorplus-online.com)