Find Us On Social Media :

Mengenal Water Printing, Tak Hanya Serat Carbon!

By Motorplus, Selasa, 21 Mei 2013 | 08:18 WIB
()

()

Mengolah detail bodi dengan metode water printing, belakangan ini jadi andalan pecinta modifikasi. Ini solusi untuk bikin detail motor jadi makin ciamik. ÔÇ£Tampilan water printing ini mampu membuat motor modifikasi kelihatan wah,ÔÇØ ujar Ayung Zulkarnaen, suhu modifikator yang saat ini menggeluti bidang tersebut.

Berbeda dengan bahan printing yang ditempel macam sticker. Water printing ini, bahan dasarnya berupa lembaran film yang halus. ÔÇ£Proses penempelan kebagian bodi dilakukan dengan sistem celup,ÔÇØ timpal Andreas Purnama, anak Ayung Zulkarnaen yang mengikuti jejak sang ayah jadi modifikator.

Nah, bagian bodi motor sebelum dicelup harus melewati serangkaian proses. Cover bodi lebih dulu diberi warna dasar cat. Mulai dari epoxy sampai pengecatan. Setelah lapisan cat kering, baru masuk proses celup.

Water printing bisa diaplikasi untuk bahan bodi plastik dengan basis PP. Seperti bagian dek skubek yang lentur dan bahan ABS yang buat cover bodi utama hingga pelat besi.

ÔÇ£Kalau bodi motor masih bawaan cat pabrik atau belum pernah dicat ulang, tinggal lepas sticker aslinya. Setelah itu, cukup diampelas halus saja,ÔÇØ lanjut Aan sapaan akrab Andreas.


Saat proses celup, bahan filmnya dipotong menyesuaikan dimensi bodi. Lalu, lapisan film tadi diletakkan ke bak besar yang sudah berisi air. Bahan film-nya harus diletakkan di atas air secara perlahan-lahan. Jangan sampai ada lipatan.

Usai ditaruh, lapisan film disemprot cairan perekat. Setelah menunggu sekitar 50 detik, baru kemudian bodi yang akan dilapis dicelupkan ke dalam air secara perlahan sampai seluruh bagiannya tergenang air. Bila sudah merata ke seluruh bagian bodi, kemudian diangkat dari bak besar tadi.

Kalau bahan film sudah merekat ke bodi, segera dibilas pakai air bersih. Tujuannya, untuk menghilangkan sisa-sisa bahan perekat. ÔÇ£Prosesnya perekatan bahan film ini cepat. Jadi enggak boleh ada kesalahan,ÔÇØ timpal Ayung di Jl. Jembatan Gambang II, Gg. Bakso, Jakarta Barat.

Proses terakhir, seperti layaknya finishing pengecatan. Ya, kudu disemprot dengan pernis. Bahan pernis yang dipilih harus basisnya polyurethane. Tujuannya biar bikin tampilan water printing makin keluar dan terlihat basah. Kalau mau awet, lapis pernisnya bisa sampai tiga kali penyemprotan lho.    

Oh ya! Kebanyakan desain water printing yang dipilih masih seputar motif serat carbon. Padahal, pilihan motifnya sangat beragam. Mulai carbon dengan pilihan serat beragam, serat kayu, sampai tersedia loreng gurun pasir.

ÔÇ£Masih banyak modifikator yang belum eksplor motif selain carbon,ÔÇØ  ujar Andreas sembari bilang soal harga, bisa kontak ke nomer HP. 0816-1978130. (motorplus-online.com)