Find Us On Social Media :

Mengenal Quick Shifter, Enggak Perlu Ngopling

By Motorplus, Rabu, 22 Mei 2013 | 11:10 WIB
()


Quick Shifter alias QF, banyak diaplikasi buat pacuan balap. Itu karena fungsinya yang penting buat bantu proses akselerasi. Maksudnya, untuk mengoper transmisi ke gigi yang lebih tinggi, tak perlu lagi tarik kopling atau kendurkan grip gas biar rpm mesin turun. Langsung congkel tuas persneling, gigi langsung bertambah.

ÔÇ£Prinsip kerjanya, seperti memutus aliran listrik. Seolah, mesin mati sepersekian detik jadi gigi bisa dimasukkan. Tapi, prosesnya sangat cepat. Bisa seperseribu atau seperpuluhan ribu detik,ÔÇØ ujar Angga Kurniawan dari Anjany Racing di Jl. Arteri Kelapa Dua, Jakarta Barat.

Memang! Sebab kalau mesin hidup, cukup sulit buat masukan gigi tanpa menarik kopling. Apalagi, grip gas tidak dikendurkan biar rpm mesin turun. Dengan QF ini, sobat enggak perlu turunkan rpm!

Itu karena sensor yang diletakan di tuas perseneling, akan kirim sinyal ke ECU buat memanipulasi keadaan.

Banyak merek yang bisa diaplikasi di pasaran. Salah satunya, Dynojet. Tersedia buat Honda CBR series. Mulai dari Honda CBR 250R sampai CBR 1000. ÔÇ£Tiap, tentu beda. Tetapi, untuk pemasangan quick shifter Dynojet, harus disertai dengan Power Comannder V. Itu untuk seting kecepatan pengoperan gigi. Seting dilakukan melalui software dari laptop,ÔÇØ kata Angga sembari sebutkan harga QF sekitar Rp 4,5 jutaan.

QF mulai bekerja sejak rpm 3.000 ke atas. Nantinya, bisa dipilih seberapa cepat proses pengoperan yang diinginkan. Misalnya, 65.000 mSec. ÔÇ£Proses juga bisa dipilih. Mau ketika tuas perseneling diangkat atau ketika tuas dilepas,ÔÇØ beber Angga yang aplikasi part ini di CBR 250 dan CBR 1000 pacuan balapnya.

Pilihan itu tentu harus diseting lewat komputer. Di software tertera seting Normaly Open dan Normaly Closed. Kalau Open, berarti QF akan aktif ketika tuas perseneling mulai ditekan atau dicongkel. Sedangkan Closed, QF bekerja ketika tuas perseneling mulai dilepas.

  Pasang!. (motorplus-online.com)