Find Us On Social Media :

Kartu Tanda Anggota (KTA) Prosesnya Masih Sangat Lama, Serahkan ke Pengda IMI

By Motorplus, Minggu, 23 Maret 2014 | 16:11 WIB
()

KTA. Kartu Tunggu Amat lama?

Lamanya permohonan Kartu Tanda Anggota (KTA) IMI sampai sekarang belum terselesaikan. Padahal, KTA ini sesuai AD/ART menjadi awal semua kegiatan roda dua, baik pembalap, klub, maupun penyelenggara event motor lainnya.

Bagi pembalap sendiri keberadaan KTA ini seringkali menjadi hambatan untuk mendapatkan KIS. Pengajuan KTA yang berlaku satu tahun, prosesnya sangat lama. Beberapa Pengprov akhirnya mengganti KTA dengan resi pembayaran sementara sambil menunggu KTA terbit.

Program KTA online yang sudah ditetapkan di Munas lalu pun, sampai sekarang belum berjalan. MOTOR Plus mencoba melalui website PP IMI belum bisa dibuka.

"Prosesnya bahkan ada yang hampir setahun. Pengajuan Januari baru Desember KTA dikirim. Baru sebulan pegang KTA, Januari harus melakukan perpanjangan lagi," terang Bambang 'Kapten' Haribowo, Ketua Pengprov IMI Jawa Timur.

Bambang juga menambahkan belum lagi banyak kekeliruannya. Foto dan nama pemiliknya bisa beda. Atau satu nama ada dua kartu. 

Bambang Kapten sangat setuju apabila KTA diserahkan ke masing-masing Pengprov IMI disandingkan dengan KIS. Apalagi, permohonan KTA setiap tahun mening-kat. Tidak hanya untuk balap, tetapi dari klub-klub motor juga banyak. 

Caranya bisa disesuaikan. "PP memberikan bantuan mesin cetak ke Pengprov, atau Pengprov membeli mesin cetaknya. Bisa dengan cash atau mencicil ke PP. Toh harga mesin cetak kartu sekarang enggak mahal-mahal banget," saran Bambang yang setiap tahunnya mengajukan sekitar 4.000 KTA untuk wilayah Jawa Timur. 

Ia juga menambahkan, PP cukup menyediakan bahan kartunya. Supaya bisa dikontrol berapa banyak keluarnya kartu di wilayah Pengprov, kartu yang disediakan PP IMI telah dilengkapi dengan nomor keanggotaan dan tanda tangan ketua umum PP IMI.  "Jadi, PP punya data nomor-nomor kartu di tiap Pengprov," solusinya.

Mantan sekretaris PP IMI yang baru mengundurkan diri, Eko Ryanto, me-ngakui lamanya pembuatan KTA di PP IMI sebenarnya mudah dibereskan. Asalkan ada keinginan dari PP IMI sendiri. 

"Sistem yang ada dalam pengajuan KTA, kurang satu syarat saja, mesin pencetak kartu," paparnya. 

Kalau pembuatan KTA diserahkan pengprov, pekerjaan PP IMI pun jadi lebih ringan. "Organisasi ini, kan basisnya hobi dan pelayanan. Jadi fokusnya mengedepankan pelayanan buat anggotanya," jelas Eko.

Jadi bagaimana? (www.motorplus-online.com)