Find Us On Social Media :

Motocross dan Grasstrack Deli Serdang, Bikin Event Buat Kejar Gengsi Daerah

By Motorplus, Minggu, 30 Maret 2014 | 14:17 WIB
()

Tipikal sirkuit motocross murni  

Ajang balap garuk tanah selalu jadi favorit bagi sebagian besar warga Sumut. Makanya, begitu digelar gelaran motocross atau grasstrack masyarakat berduyun-duyun datang untuk menyaksikan. Seperti pada event CV Nitra Motocross dan Grasstrack (CNMG) yang berlangsung di Namorambe, Deli Serdang. CNMG disesaki lebih dari 6 ribu pasang mata.

Ini yang membuat event grasstrack di Sumut enggak pernah sepi penonton. Apalagi, tim-tim balap lokal juga terus bermunculan. Meskipun cuma kejar gengsi, mereka serius mempersiapan motor dan pembalapnya. “Hampir setiap minggu ada event balap grasstrack ataupun motocross di wilayah Sumut digelar kita selalu ikut,” bilang Leo Sembiring pemilik CV Nitra Racing Team yang punya bisnis jasa angkutan.    

“Wilayah Sumut sangat mendukung gelaran balap garuk tanah. Banyak lahan-lahan kosong yang dijadikan sirkuit untuk menggelar event balap grasstrack ataupun motocross. Makanya balap road race kurang animonya di sini,” lanjutnya.

Lain lagi dengan tim Moch. Khael Fajar Dolpa yang berasal dari wilayah Labura (Kabupaten Labuhan Batu Utara). Tim ini memiliki pembalap yang paling banyak. "Jumlahnya ada 8 pembalap. Empat pembalap turun di grasstrack dan 4 pembalap ngegas motocross. Kami rajin ikut kejurda atapun event klub,” jelas Andika, manajer tim yang mengatakan pemilik timnya adalah anak dari Bupati Labura.

Selain Labura, ada juga pimpinan daerah tingkat kabupaten yang getol sponsori tim balap, salah satunya tim SPBU Langkat.  "Kami akan mengikuti kejurnas motocross dan kejurda grasstrack Sumut.  Satu pembalap lokal akan diambil dari Kabupaten Langkat untuk angkat prestasi putera daerah.” jelas Hary ‘Marimau’ Haryadi, pembalap gaek yang dipercaya jadi manajer tim SPBU Langkat.

Gelaran CNMG pun terbilang spesial. Selain pakai sirkuit baru yang dirancang permanen, pihak penyelenggara juga mendatangkan crosser bule Lewis Stewart asal Australia. Aksinyanya tidak mampu dibendung crosser yang turun bersama salah satu tim Sumut.

“Saya menyukai desain sirkuitnya. Tipikal motorcross murni dengan kontur perbukitan yang naik dan turun. Sayangnya, lintasan kurang panjang sedikit lagi," Lewis yang sudah lebih dari dua tahun balapan di kejurnas motocross Indonesia.

Jangan orang lokal, crosser bule pun mengakui. Mantap kali bang! (www.motorplus-online.com)