Find Us On Social Media :

Yamaha Jupiter MX 135LC 2008 Jakarta, Bore Up Kapasitas Silinder Hingga 262 cc, Targetnya Capai 35 hp

By Motorplus, Jumat, 4 April 2014 | 09:54 WIB
()

()
Melaju kencang dan tembus 32,11 dk/9.970 rpm

Standarnya diameter piston Yamaha Jupiter MX 135LC, hanya 54 mm. Katanya ketika dipasang seher 73 mm, engine MX ini masih punya jalur cairan pending radiator. Malah, Techno Tunner (TT) mengandalkan pacuan ini buat drag bike dan kerap jadi nomer satu saat lomba.

Kunci Jupiter MX agar bisa dijejalkan piston diameter 73 mm, ada di blok silindernya. “Blok silinder pakai merek Hi-Speed yang boringnya diganti. Boring pakai diesel Yanmar, yang punya diameter luar 79 mm. Dengan penggunaan boring ini, ruang air yang ada di blok jadi makin sempit. Tapi, kita dimaksimalkan. Namun, jalur air radiator yang menuju ke head silinder mesti ditutup. Pasalnya, klep gede aplikasi in 27 mm dan ex 23 mm. Sehingga, tidak mungkin kalau pertahankan jalur cairan radiator di head,” papar Hanasilim, Tuner TT.

()
Jalur air radiator head ditutup dukung klep ukuran gede

Aplikasi boring diesel ini, Han harus mengikis crankcase untuk dudukan boring. Lubang crankcase dibubut, sebesar diameter luar boring 79 mm. Dengan begitu, baut empat kaki enggak mesti digeser. Lanjut, untuk menutup jalur radiator yang menuju ke atas, Han pakai lem JB Weld. Lem ini, saat kering akan menjadi seperti besi. So, di bagian blok silinder, masih ada air radiator yang mengalir.

()
Didukung pompa radiator aftermarket buatan Jerman

“Untuk siklus air radiator, dibikinkan jalur baru. Dinding blok silinder atas-bawah dibobok, untuk dibikin nipel jalur air radiator,” jelas Han. Membantu memutarkan air radiator, MX pun dibekali pompa radiator aftermarket bikinan Jerman.Pendinginan air radiator, dimaksimalkan dengan menggunakan radiator kepunyaan Kawasaki Ninja 250R aftermarket.

()
Jalur air dibikin baru, caranya bobok dinding blok atas-bawah

Tak hanya usung piston 73 mm, MX ini juga naik stroke 4 mm. “Naik stroke 4 mm, berkat pen piston 2 mm. Paking blok tebal 5 mm dan head 0,8 mm, hasilkan perbandingan kompresi 12,2 : 1,” terang Han. Itu artinya, kapasitas engine Jupiter MX jadi sekitar 262,2 cc.

Lubang crank case dibubut mengikuti diameter luar boring

Sebelum penyempurnaan, Jupiter MX ini pernah didyno dengan power 32,11 dk/9.970 rpm dan torsi 25,19 Nm/6.980 rpm. “Targetnya bisa tembus power di angka 35 hp,” pede Han, yang buka workshop di Jl. Kembangan Baru, No. 33, Jakarta Barat. (www.motorplus-online.com)