Find Us On Social Media :

Perkembangan Headlamp LED Di Motor, Ternyata Memang Lebih Irit Listrik!

By Motorplus, Jumat, 11 April 2014 | 20:19 WIB
()

LED lamp seperti ini yang banyak diaplikasi di pacuan

Sebelum perkembangan teknologi yang pesat, headlamp sepeda motor sering kali menggunakan bohlam jenis Halogen atau HID (High Intensity Discharge). Sekarang, perkembangan lampu LED (Light Emitting Diode) sudah merambah hingga headlamp motor. Walaupun lebih dikenal sebagai lampu variasi, pada kenyataannya sudah banyak juga yang menawarkan teknologi lampu LED pada headlamp.

“Sebenarnya LED sudah ditemukan sejak lama, ketika kita menggunakan perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan aneka perabot elektronik lainnya yang mempunyai lampu kecil yang akan menyala sebagai tanda bahwa perangkat tersebut dalam posisi menyala,” tutur Roy an Frima Chair, Spesialis LED kustom di komplek Inkoppol, Jl. Garuda 6 No. 116, Kranji, Bekasi Barat, Jawa Barat.

Berdasarkan jenisnya, banyak LED yang sekarang beredar di pasaran. Yaitu, LED Konvensional, COB (Chip On Board), SMD, Luxeon, Superflux, Cree dan masih banyak lainnya. Sedangkan untuk headlamp, biasanya lampu LED yang digunakan adalah jenis COB.

Untuk headlamp LED, ada 3 buah LED jenis COB yang dipakai di dalam rangkaian headlamp tersebut, dan masing-masing LED tersebut mempunyai daya 5 watt.

Apabila lampu utama dinyalakan pada posisi lampu low, LED yang menyala hanya ada 2 LED. Yaitu, sisi atas. Artinya, hanya menyedot listrik 10 watt saja. Namun, apabila lampu dalam posisi high alias lampu jauh, LED menyala semua di ketiga sisinya. Artinya, lampu LED ini hanya membutuhkan maksimal 15 watt saja dalam pengaplikasiannya. Beda dong dengan hallogen.

Bila dibandingkan dengan lampu headlamp konvensional yang masih menggunakan bohlam pijar, bulb LED ini jauh lebih irit. Dan, cahaya yang dihasilkan pun jauh lebih terang dibandingkan dengan cahaya bohlam pijar.

Kelebihan dari lampu LED ini, selain konsumsi daya yang lebih irit, daya tahan lampu ini pun cukup lama. Mencapai 30.000 jam, intensitas cahaya yang lebih baik dibanding dengan bohlam halogen biasa tentunya. Pemasangannya, juga tinggal bolt on saja. Tidak memerlukan komponen tambahan seperti ballast.

“Namun, lampu LED ini juga tidak luput dari kekurangan. Antara lain, lampu LED ini menghasilkan panas yang berlebih dibanding bohlam pijar. Makanya, di lampu LED ini disertakan fan tambahan untuk menjaga suhu dari lampu LED tersebut, dan kelistrikan pun harus stabil demi menjaga keawetan dari lampu LED,” jelas Roy, sapaan akrab Royan yang owner dari Royyan G6 LED Spesialis.

Walaupun mempunyai beberapa kekurangan, jika mempertimbangkan kelebihan dan keunggulannya, membuat LED memang layak untuk dipertimbangkan. Bahkan, sebagian pabrikan sepeda motor sudah mulai menggantikan lampu headlamp mereka yang sebelumnya bohlam pijar menjadi LED. Hal ini dikarenakan efisiensi LED yang lebih menguntungkan dari sisi penggunaan listrik sepeda motor. (www.motorplus-online.com)