Find Us On Social Media :

Kawasaki Ninja RR Mono Baru Keluar Dari Dealar Langsung Pasang 2 Part Aftermarket, Performa Engine Tembus 29,51 hp

By Motorplus, Senin, 28 April 2014 | 12:25 WIB
()

()
Dellu Agung, seperti naik bebek! Handling di tikungan lebih lincah

Baru saja muncul dan beredar di dealer, tapi tak sedikit dari bikers dan pemilik tim balap yang langsung meminang Kawasaki Ninja RR Mono. Seperti Angga Kurniawan yang owner Anjany Racing di Jl. Arteri Panjang No. 21, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pastinya, pacuan enggak dibiarkan berlama-lama standar. Pemilik workshop yang kental nuansa balap sport 250 - 600 cc itu pun, langsung memasang dua part performa engine demi meningkatkan power dan torsi Ninja RR Mono. Yaitu, knalpot AR-1 Racing dan piggyback dari Power Commander V keluaran Dynojet.

”Sejak lihat ulasan di MOTOR Plus, langsung ingin pakai Ninja RR Mono ini untuk balap. Katanya kan lebih lincah buat manuver di tikungan,” canda Angga yang langsung boyong 2 Ninja RR Mono itu.

()
Knalpot AR-1 Racing, suara menggelegar. Macam semplakan Moto3

Tapi, saat ini baru satu project motor yang dirampungkan. Itu pun, sektor mesin belum disentuh! Masih standar...dar...dar! Meski standar, ternyata power yang dihasilkan dari dua part itu sudah bisa membuat power Ninja RR Mono melonjak 3,27 hp! Sedang torsinya, melonjak hingga 1,27 Nm. Wooowwww...!!

Enggak percaya? Nih! Ketika dalam kondisi standar, RR Mono didyno di alat dyno milik Ultra Speed Racing (USR) di Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu, power main di 26,24 hp/ 9.645 rpm. Lalu, torsi hanya 21,42 Nm/ 8.032 rpm.

Nah, dengan penggantian dua part yang disebut di atas tadi, kini power maksimum melonjak jadi 29,51 hp di kitiran mesin 9.952 rpm. Sedangkan torsi, beranjak naik jadi 22,69 Nm/ 8.592 rpm.

Power Commander V, diseting sesuai kebutuhan mesin

Menariknya lagi! Pengujian tak hanya di atas dyno. Tetapi, dites di sirkuit Sentul International, Bogor, Jawa Barat juga. Dipacu Dellu Agung, sang rider tim Anjany Racing, best lap tembus di angka 1;53,2 detik. Padahal, kalau dalam kondisi standar, bermain di 2;04,4 detik.

”Selain piggyback dan knalpot, untuk tes di sirkuit, kami pakai ban Pirelli dan sok belakang Penskey. Selebihnya standar,” beber Angga yang lagi hobi sepeda gunung itu. Wah, balap murah nih! (www.motorplus-online.com)