Find Us On Social Media :

Gagalnya Rossi di Le Mans Mengingatkan Pesan Max Biaggi, Apa Ucapannya..?

By Motorplus, Sabtu, 24 Mei 2014 | 17:21 WIB
()

Melebar sekali di section kedua

Ucapan Biaggi terjadi sekarang (MotoGP Le Mans, red). Saya cuma bikin sekali kesalahan, Marc Marquez bisa jadi juara,” urai The Doctor.

Dia enggak malu-malu mengakui kalau si Semut, simbol yang disukai Marc Maurquez, memang unggul. Valentino bikin kesalahan di lap ke-12 dari total 28 lap di seri V, MotoGP, Le Mans, Prancis, minggu lalu (18/5).

“Setelah lepas start saya merasa sempurna. Tapi, saya punya batas untuk selalu kencang di tiap lap. Karena ke-salahan pengereman yang saya lakukan, Marc bisa menyalip posisiku,” urai Rossi. “Saya terlalu santai di awal-awal lap. Tapi, mulai sadar saat Lorenzo menyalipku. Saya push 100%. Saat mendekati Rossi, saya mulai cari celah. Eh, Rossi bikin kesalahan karena melebar. Itulah kesempatanku,” timpal Marc.

Sejujurnya, posisi Marc saat overtaking Rossi di tempat yang memang sudah diperhitungkan. Ada tiga titik atau spot di sirkuit Le Mans yang memang sudah didesain supaya rider bisa lakukan aksi manuver menyalib. Tiga titik ini, section tikungan 2-3-4, corner 8-9, dan tikungan 12-13-14. Rangkaian yang saling sambung menyambung dua atau tiga tikungan itulah yang memang sudah terbuka informasinya untuk dipelajari pembalap.

Nah, Marc mengambil momentum di mana Rossi melakukan kesalahan di tempat yang memang seharusnya digunakan untuk menyalib lawan. Di lap ke-12 di tikungan ke-9 Marquez menyodok Valentino. Artinya, Marc bermain sempurna, sedangkan Rossi lupa jalur yang sebenarnya bisa ditutup, tapi dia membuka.

Karakter tikungan ke-9 pun memungkinkan pembalap lengah. Begitu lebarnya camber seakan-akan mempersilakan pembalap bisa mengambil jalur out-in. Tapi, pembalap bisa mempertahankan posisi in. Inilah yang dilakukan Marquez, tapi sedikit dilupakan Rossi.

Fakta time Rossi dan Marc berimbang. Keduanya mencatat best lap di tiap putaran 1 menit dan 34 detikan. Rossi hanya sekali membukukan 1 menit dan 33 detikan. Sedangkan Marc, catatan waktu 1 menit dan 33 detikan bisa dibikin dua kali.

“Tapi, saya masih bisa kencang, kan? Hehehe,” tutup Rossi sambil cengar-cengir. (www.motorplus-online.com)