Find Us On Social Media :

Perbandingan ECU Stand Alone dan Piggyback

By Motorplus, Senin, 19 Januari 2015 | 07:30 WIB
()

Tinggal pilih mau pake ECU atau piggyback?

Upgrade performa mesin motor injeksi, tak lepas dari aplikasi piggyback atau ECU stand alone. Piggyback memanipulasi data yang dibaca Electronic Control Unit (ECU). Tujuannya, menambah-mengurangi intensitas bahan bakar yang disemprotkan. Nah, ini info perbandingan ECU stand alone dan piggyback

Fitur piggyback terkini, tak hanya buat remaping fuel. Juga bisa open limiter rpm. Sebagian merek sudah dilengkapi software buat menggeser timing pengapian dan quick shifter. Setting piggyback, ada yang pakai software di komputer, ada juga yang menggunakan tombol klik (low-mid-hi).

Sementara pada ECU stand alone sangat komplek. Bisa memindai kinerja sensor di motor. Mulai dari suhu mesin, Throttle Position Sensor (TPS), kondisi aki, kapan kipas radiator berfungsi, semprotan bahan bakar saat idle dan sensor lainnya.

“Pada kondisi tertentu, ECU aftermarket bisa diseting sesuai kebutuhan. Fungsi ini, tidak dimiliki piggyback. Sedangkan, ECU punya fitur yang dimiliki piggyback bahkan lebih detail,” papar Bramantio Prayogo, punggawa Sportisi Motorsport yang diajak bikin perbandingan ECU stand alone dan piggyback.

Untuk kebutuhan upgrade harian, misalkan bore up dan ganti knalpot, fungsi piggyback cukup. Tapi, kalau tunning lebih detail dan optimal, idealnya pakai ECU stand alone. Misalkan, untuk balapan. "Tingkat akurasi data lebih bagus pakai ECU," bilang Suhartanto 'Kupret', tunner tim Honda Daya, Jakarta.

Dengan sedikit paparan informasi itu setidaknya sobat jadi tahu perbandingan ECU stand alone dan piggyback(www.motorplus-online.com)