Find Us On Social Media :

Trik Menikung Di Jalan Basah

By Motorplus, Selasa, 30 Desember 2014 | 16:50 WIB
()

Masuk musim penghujan, brother harus lebih waspada saat riding. Pasalnya, potensi kecelakaan di jalan yang basah lebih tinggi dibandingkan jalan kering. Apalagi saat menikung, salah mengambil keputusan bisa bikin ‘cium’ aspal. Nah, sebagusnya rider wajib tahu trik menikung di jalan basah

“Saat menikung, pasti potensi untuk jatuh jadi lebih besar. Sebab, tapak roda yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih sedikit. Ditambah lagi dengan hujan yang membuat aspal jadi licin. Potensi tergelincir semakin bertambah,” buka Johanes Lucky, Training Development PT Astra Honda Motor (AHM).

Buat bikers yang setiap hari wara-wiri dengan motor, harus tau trik menikung di jalan basah yang aman saat hujan. Jangan disamakan dengan kondisi kering. Hasilnya bisa berbeda. Bahkan, ada beberapa hal yang haram dilakukan saat menikung di kondisi jalan basah.

“Jangan miring saat menikung di jalan basah. Otomatis kecepatan juga harus rendah. Hindari juga mengubah kecepatan dengan ekstrim saat menikung, begitu juga memutar gas atau melakukan pengereman secara mendadak. Hal itu akan mengurangi grip ban ke aspal yang beresiko membuat motor tergelincir,” wanti Lucky.

Untuk proses pengereman, usahakan dilakukan sebelum masuk tikungan saat kondisi motor masih tegak. Jika terpaksa melakukan pengereman saat menikung, gunakanlah rem belakang agar lebih aman. Pasalnya, posisi roda depan saat menikung tidak lurus. Besar kemungkinan untuk kehilangan grip saat direm.

Selain itu, trik menikung di jalan basah harus hindari perpindahan gigi persneling saat menikung di kondisi hujan. Sebab, perpindahan gigi bisa memunculkan perubahan kecepatan yang cukup signifikan. Ini juga berpengaruh dengan daya cengkram ban ke aspal.

“Posisi badan saat menikung tetap sama dengan kondisi jalan kering. Badan harus sejajar dengan motor saat belok ke kiri maupun ke kanan mengikuti gerakan motor. Jangan lebih keluar dari motor seperti balap. Tidak dianjurkan di penggunaan harian,” beber pria yang ngantor di Sunter, Jakarta Utara.

Bukan cuma badan, posisi lutut juga harus masuk mengapit motor jangan keluar seperti pembalap. Tujuannya, dengan mengapit motor kaki bisa membantu untuk menjaga keseimbangan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan posisi kaki juga bisa lebih aman. Sok atuh, dipraktekan langsung! (motorplus-online.com)