Find Us On Social Media :

Power Yamaha Xeon Pakai Injeksi 7 Hp

By Motorplus, Selasa, 13 Januari 2015 | 07:15 WIB
()

()

Awal keluar, Yamaha Xeon 125 adalah skubek yang terlahir dengan sistem pengkabutan menggunakan karburator. Namun, ditangan ‘jahil’ Arie Sarwono, Xeon RC 125 langsiran 2010 ini disulap menjadi injeksi.Hasilnya power Yamaha Xeon pakai injeksi 7 hp.

Iseng-iseng, tim EM-Plus jajal tenaga skubek yang telah diubah menjadi injeksi ini diatas mesin Dynojet milik Sportisi Motorsport yang bermarkas di Jl. Tenggiri No. 4A, Rawamangun, Jakarta Timur. Setelah tiga kali run, didapat power maksimalnya  menyentuh 7,04 hp/6.650 rpm. Sedang torsi puncaknya tembus 7,86 Nm/6.100 rpm.

Apa aja nih ubahannya?

THROTTLE BODY & INJEKTOR

Karburator bawaannya Mikuni BS26 digusur, digantikan throttle body (TB) milik Yamaha V-ixion keluaran lama berkode 3C1. TB ini dipadukan dengan injektor New V-ixion Lightning yang memilik 6 lubang semprot.

“Pemasangan TB V-ixion ini dihubungkan oleh manifold dari Yamaha Mio J. Lubang baut manifold disesuaikan ulang, serta manifoldnya diporting sedikit agar bisa terpasang di TB V-ixion,” ucap Arie yang juga chief mekanik beres Yamaha Tabrani Jaya Motor (TJM) di Jl. Tabrani Raya, Bekasi Utara, Jawa Barat.

KELISTRIKAN  

Di sektor ini, Arie mengandalkan kabel bodi standar, sepul standar, dan kiprok standar yang masih menganut sistem kelistrikan AC. Hanya saja, magnetnya diganti pakai punya Yamaha Xeon RC yang sudah mengusung sistem injeksi. “Magnet Xeon RC ini masih disesuaikan ulang. Digeser coakan buat spi-nya di tukang bubut. Biar sama seperti V-ixion,” jelas Arie.

TANGKI BENSIN

Part penyembur bensin dari tangki ini menggunakan kepunyaan dari Xeon RC satu set beserta tangkinya. “Pakai tangki Xeon RC, pemasangannya cuma butuh geser dudukan bautnya. Ketimbang harus memodifikasi tangki standar, lebih ribet dan biayanya pun hampir sama dengan harga tangki Xeon RC,” tukasnya.

ELECTRONIC CONTROL UNIT

Otak dari sistem injeksinya mengandalkan ECU bikinan Surabaya, yaitu Iquteche yang dikhususkan untuk motor V-ixion. Timing semprotan bensin dan pengapiannya masih bawaan buat V-ixion. Tapi, limiter diset di 12.000 rpm. Sayangnya ketika didyno, mulai rpm 7.000 air fuel ration (AFR)-nya terbaca terlalu basah, hingga 10:1. “Andai diseting ulang jadi 13 – 14 : 1, gue yakin masih bisa naik 2 hp lagi,” ucap Imam Gunawan, mekanik Sportisi Motorsport yang jadi operator dyno. (www.motorplus-online.com)