Find Us On Social Media :

Yamaha Jupiter Z Disegani Di Kelas Standar Pemula Grasstrack Jawa Tengah

By Motorplus, Jumat, 22 Januari 2016 | 06:07 WIB
()

()

Tracker pemula, Yeni Oreo dari tim Bam’s Racing asal Magelang (Jawa Tengah), memberikan tontonan menarik pada event grasstrack yang digelar akhir tahun lalu. Di Yeni mampu menempatkan Yamaha Jupiter Z disegani di kelas Bebek Standar Pemula grasstrack Jawa Tengah

Yamaha Jupiter Z disegani di kelas Bebek Standar Pemula grasstrack Jawa Tengah dengan meninggalkan lawan-lawannya cukup jauh pada moto kedua. Di beberapa event lainnya di Jawa Tengah pun Yeni kerap naik podium. Artinya selain skill Yeni yang memang bagus, ramuan Bambang selaku peracik Jupiter Yeni tersebut, tebilang sukses.

Koyok opo sih korekan Yamaha Jupiter Z yang disegani di kelas Bebek Standar Pemula grasstrack Jawa Tengah.

RANGKA. Penguatan rangka serta pengaturan riding position, sudah pasti dilakukan agar sang joki pede melahap trek off-road dan mudah beradaptasi. “Ubahan pada rangka memang belum seratus persen sesuai dengan yang kita harap. Ini baru tahap riset untuk pengembangan di tahun 2016 ini,” cuap Bambang yang mengaku masih mencari setingan yang pas untuk sudut sok dan ketinggian motor.

KAKI-KAKI. Di balap garuk tanah, sektor ini menyumbang peran yang cukup besar dalam pencapaian prestasi. Selain penguatan sasis, setingan suspensi kudu pas melahap melahap trek yang disuguhkan. Nah, oleh Bambang coba mengakalinya dengan cara mengaplikasi sok motor lain yang punya kemampuan joss.

“Sok depan kita andalkan punya Suzuki TRS. Tapi dilakukan sedikit modifikasi, yakni memperpanjang pipa sulingnya agar daya reboundnya jadi lebih soft," bebernya sembari kasih tau, trik tersebut membuat total panjang sok jadi 78 cm untuk dapat jarak main yang pas. Sementara peredam kejut belakang, boleh nyomot sok bekas diloakan merek Answer. “Pernya diganti lebih pendek,” imbuhnya.

BORE UP. Di bagian motor penggerak, pertama yang dilakukan Bambang adalah membesarkan kapasitas selinder. “Saya pakai piston Daytona berdiameter 55,25 mm dengan stroke tetap standar (54 mm). Kalau dihitung, kapasitas mesin menyentuh angka 129 cc,” beber mekanik yang bermarkas di Pelem Sengir, Podosoko, Candimulyo, Magelang.

KOMPRESI & KEM. Profil piston Daytona yang memiliki dome, plus pemapasan pada pantat head, membuat rasio kompresi bisa diset di angka 12:1 untuk menenggak Pertamax Plus. Kebutuhan campuran gas pun disesuaikan dengan cara mengaplikasi klep gede dari Sonic yang dimodif ulang. Diameter katup dibikin jadi 26/23 mm (in/ex).

Tentu diimbang pula dengan porting polish pada saluran masuk dan buang. Ditambah menata ulang durasi kem jadi 278° dengan lift mencapai 9,5 mm untuk bagian in maupun ex. Bambang berani kasih angkatan klep setinggi itu karena, per klep sudah diganti yang lebih keras from Japan. Selain itu, overlapping klep pun tidak terlalu tinggi lantaran yang dikejar adalah torsi gede di putaran bawah. (www.motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Knalpot       : Norifumi

Piston        : Daytona

Klep          : Sonic 26/23 mm

Per klep      : Jepang

Rasio Gigi 4  : 23/26

Final gir     : 15/52

Karburator    : Standar reamer

Spuyer        : 32,5/120 (pilot jet/main jet)