Find Us On Social Media :

Suzuki Satria F 150 Penakluk Kawasaki Ninja Bikinan Ahon

By Motorplus, Kamis, 21 April 2016 | 06:17 WIB
()

()

Pemain balap liar 500 meteran kelas bebasan, pasti mengenal Suzuki Satria F 150 bernama si Jali-Jali ini kepunyaan Iyaz Oca dan disegani lawan-lawannya. Malah, Suzuki Satria F 150 jadi penakluk Kawasaki Ninja 150R. “Terakhir bikin keok RX-King,” papar Amir Hamzah alias Odon yang didaulat jadi joki motor ini.

Suzuki Satria F 150 si penakluk Kawasaki Ninja 150R ini garapan Herman Lo alias Ahon. Ahon termasuk suhu mesin 4-tak Indonesia . Mau tahun bagaimana Ahon bikin Suzuki Satria F 150 jadi penakluk Kawasaki Ninja 150R?

SILINDER & KOMPRESI. Bermain di kelas bebasan, berarti spesifikasi motor boleh sesuka hati dimainkan, yang penting kencang. Let see, piston pakai diameter 77 mm. “Itu piston bawaan motor Special Engine (SE), tapi aku lupa pakai motor apa,” papar Ahon sembari bilang mendem piston dibuat 1 mm saat berada di TMA, plus head dipapas 0,5 mm. Saat diukur pakai burret dalam kondisi paking terpasang, rasio kompresinya terhitung 12,5 : 1.

STOKE UP. Selain gedein diameter piston, langkahnya alias stroke juga. Enggak tanggung, yang standarnya hanya 48,8 mm, dinaikkan jadi 74 mm. Weeww..! “Untuk dapat segitu kudu geser big end lumayan jauh. Setang pistonnya pakai punya Yamaha 125Z,” tambah Ahon. Jadi, kalau dihitung pakai rumus dasar mesin 4-tak, kapasitas bersih motor ini menjadi 21 cubic inci alias 345 cc. Mantan.. eh, mantab!

KLEP LEBAR DAN NOKEN AS CUSTOM. Mengimbangi kapasitas mesin yang sudah naik lebih 2 kali lipat dari standarnya. butuh penyesuaian di sektor head. Klep in 31 mm dan ex 26 mm dengan batang klep 4,5 mm. “Biar flow makin bagus, saluran inlet kudu diporting polish juga,” sergah Odon selaku joki.

Selain itu noken as juga kena sentuh. Ahon yang buka workshop di Jl. Raya Citayam No. 18, Depok, Jawa Barat ini juga dikenal sebagai peracik noken as yang paten. Durasinya dibikin 264º dengan overlap 2,8 mm, sedangkan ex-nya 265º. Lebih rinci Ahon juga menambahkan, klep in membuka di 26º sebelum TMA dan menutup 58º setelah TMB. Sedangkan ex-nya membuka pada 60º setelah TMB, dan menutup 25º setelah TMA.

PENGAPIAN. Berat magnet juga direduksi bobotnya, “Magnet dibubut sedikit, jadi tinggal sekitar 900 gram saja beratnya,” tambah Ahon. Selain itu otak pengapian juga diubah dengan yang lebih advance. Pakai CDI Rextor Pro Drag dikawinkan dengan koil bawaan Yamaha YZ125.

KARAKTER LIAR. Bawa motor dengan tenaga besar, enggak bisa sembarangan. “Jujur saja meski sering menang, motor ini kadang sama saya juga sering enggak kepegang karena karakternya liar,” tambah Odon. Pria yang sehari hari jaga toko speed shop ini juga menambahkan ada trik khusus untuk handle motor ini, “kopling sama gas harus pas banget lepasnya,” tukasnya.  

DATA MODIFIKASI

Knalpot       : CMS1 FFA

Karburator    : Keihin PWK 38 Airstrike (www.motorplus-online.com)