Find Us On Social Media :

Modifikasi Kawasaki Z1000 Flat Track

By Motorplus, Rabu, 19 April 2017 | 05:32 WIB
()

()

Rahmat Hidayat Mamin, awalnya doyan banget ngebesut moge sport. “Sebelumnya pakai Ducati 848 Evo. Karena faktor U (umur, Red), akhirnya beralih ke street fighter dengan menebus Kawasaki Z1000 ini,” tukas pria yang umurnya 40-an tahun.

Namanya biker tulen, pastinya ogah tampil standar. Buktinya enggak lama tebus Z1000 itu, langsung modifikasi. “Saya demen turing! Konsep flat track, sudah paling pas untuk Z1000. Easy handling dan enggak bikin ribet. Oh iya.. motor ini sudah pernah turing ke Aceh,” bangga Mamin.

“Ubahnnya enggak terlalu banyak. Makanya masih nyaman dibejek,” bilang Ari Suprianto, builder Protechnic. Cekep!

()
Hampir semua kaki-kaki standar. Mulai dari sok depan, sok belakang, swing arm dan juga pelek. “Hanya ganti ban model aspal, dengan karet bundar berkarakter semi aspal alias dual purpose,” bilang Ari. Untuk bannya, disematkan Shinko Rain Master.
 Subframe Kawasaki Z1000, mengadopsi sistem knock down, sehingga enggak usah kebiri sasis belakang. Ari hanya perlu bikin rangka buritan baru, dari pipa seamless 0,5 inci, untuk kejar bentukan flat track. “Sasis baru ini, tinggal diikat empat baut L-8 di kiri dan kanan. Simple kan?” detail Ari.
()
Agar nuansa flat track kuat, areal kemudi sedikit direvisi. Setang dibikin ala supermoto, menggunakan produk berlabel Protaper dengan model fatbar. Untuk adopsi setang ini, Ari harus bikin dudukan baru berbahan aluminium 2,5 cm, yang diapitkan di sok depan upside down bawaan Z1000.
Protechnic yang buka workshop di Rempoa, Ciputat, Tangerang, kasih dua pilihan bahan untuk bodi, fiberglass atau aluminium. Mamin lebih memilih aluminium untuk tangki dan buntut flat,” tambah Ari. Untuk bahan aluminium, pakai yang tebalnya 3 mm.

(www.motorplus-online.com)