Find Us On Social Media :

Honda CB100 1974 (Bandung) Modifikasi Peraih 4 Medali Emas

By Edhot, Rabu, 3 Mei 2017 | 05:36 WIB
()

Jadi atlet dayung profesional, pasti dipenuhi jadwal padat untuk melatih fisik.

Tapi, itu tidak jadi halangan untuk mencurahkan hobinya.

Bermodalkan motor Honda jadul, yakni  CB100 lansiran 1974, Muhamad Yunus buktikan kecintaan pada dunia kustom.

Meski basisnya motor tua, namun Yunus ogah tanggung dalam ubahannya.

(BACA JUGA :Honda CB 100 Dua Silinder)

Penggarapannya diserahkan pada gerai modifikasi URAnGGaRAGE (UG).

“Konsep Braty Bobber pada motorku ini diberi nama si Tjumang. Ini perpaduan yang cocok dengan postur tubuhku,” bilang Yunus, sapaan akrab atlet dayung yang mempersembahkan 4 medali emas untuk Jawa Barat pada gelaran PON XIX 2016 lalu.

()
Honda CB100 1974 (Bandung)

1. FRAME.

Untuk mengubah Tjumang bisa mengadopsi gaya Braty Bobber, frame direkayasa ulang dengan model full duplex double cradle.

Konstruksi sepert ini, juga sangat berkhasiat jaga kestabilan dan kekuatan body.

Maklum saja, kerangka kan tempat menempelnya komponen-komponen body.

“Maksudnya rangka double cradle, yakni dengan dudukan rangkap dua, tulang punggung rangkap dua serta down tube rangkap dua. Materialnya pakai pipa dengan ukurannya yang tidak bisa disebutkan. Harap maklum yah, ini rahasia dapur,” bilang Supriatna, builder UG.

2. BODI.

Kata Mang Utjoep, sapaan akrab Supriatna, konsep Braty Bobber juga diperlihatkan pada rancangan body.

Paling terlihat pada penampung bahan bakar alias tangki yang dibentuk minimalis, namun berdimensi besar.

Dibikin menggunakan plat galvanis setebal 1 mm.

Lalu agar terlihat lebih elegan, jok dikustom bernuansa ol skul dengan paduan kulit warna coklat.

“Untuk mengisi kekosongan di bawah jok, disisipkan tas berbahan kulit berbentuk segi,” beber mang Utjoep yang gerainya beralamat di Babakan Karees No. 2 Jl. Terusan Batu Nungga, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat.

Honda CB100 1974 (Bandung)

3. KAKI-KAKI.

Aura bobber dikuatkan lewat ubahan pada kaki-kaki.

Di bagian depan, dibikin kekar dengan mengaplikasi sok depan milik Yamaha Byson yang diameter as soknya gede.

Dilanjut menjejali pelek jari-jari berdiameter 16 inci, lalu dibalut karet bundar dengan kembangan salur keluaran Shinko.

Ukurannya 5,00-16.

Begitu pula kaki belakang, juga dibikin gede lewat pelek dan ban yang sama.

Penahan ajrutannya mengandalkan double sok keluaran YSS.

Sementara swing arm pakai hasil kustom dari pipa besi ukuran ¾ dim.

4. UPGRADE MESIN.

Karena kaki sudah gede, tentunya kalau pakai mesin standar CB100, bisa gak kuat lari kencang.

Makanya sektor dapur pacu turut di-upgrade.

Blok silinder hingga kopnya, diganti pakai punya si Macan alias Tiger 2000.

Itu termasuk jeroannya, bahkan kruk asnya juga, sehingga kapasitas mesin naik jadi 200 cc.

Lalu biar tampilan mesin terlihat lebih kekinian, bak magnet atau sebelah kiri, diganti pakai punya GL Pro.

Sedang kanannya (bak kopling) pakai punya Tiger.  

DATA MODIFIKASI
Lampu depan    : Variasi
Knalpot        : Kustom
Setang        : Kustom URRnGGaRAGE
Jari–jari        : Daytona
UG            : 0821-1907-0825 (www.motorplus-online.com)