Find Us On Social Media :

Trik Biar Cakram Trail Enggak Mentok Saat Adventure

By Motorplus, Jumat, 21 Juli 2017 | 21:00 WIB

Cakram mentok batu sering dialami para tracker saat adventuran alias menjelajah hutan atau bukit bebatuan.

Kenapa aneh? Karena, rata-rata diameter cakram depan motor dual purpose serta kepala babi atau kalipernya, lumayan gede.

Ini yang bikin para off-roaders agak risih saat turun ke jalur ekstrim yang banyak handicap-nya.

Memang sih, keuntungan pakai cakram lebar, kemampuan pengereman akan makin ciett..

(BACA JUGARagam Kendala Pada Rem Cakram )

Tapi ya itu, resikonya kalu motor dibawa ke jalur ekstrem, piringan lebar rentan nyangkut atau terbentur benda keras atau lumpur yang dilalui sehingga bisa menyabkan rem bermasalah.

“Sering ada yang penyok cakramnya karena terbentur batu. Ada juga yang kalipernya sampai lepas,” Khairul Anwar, mekanik Z-1 Motor, sekaligus anggota Brantac Tangerang.

Untuk menghindari hal itu, belakangan para pelaku adventure mengganti cakram dan kaliper yang lebih kecil.

Misalnya di Kawasaki KLX 150, cakram depannya banyak yang tukar pakai punya Honda GL Pro.

(BACA JUGAMudahnya Pasang Cakram Belakang Aerox 155 )

Sedang kalipernya punya punya Honda BeAT, Vario 110 atau Suzuki Thunder 125. Diamensinya lebih kecil dari punya KLX.

“Memang kalau buat di jalan raya, kemampuan pengeremannya agak kurang dibanding standarnya. Tapi, untuk di ‘jalur’, sudah cukup mumpuni kok,” sebut Haris, builder HRZ Motor di Tangerang, yang juga seorang crosser.

Oh iya, menurut Khairul dan Haris, untuk bisa subtitusi cakram GL Pro ke teromol KLX, bisa langsung bolt on.

Sementara kalipernya, mesti bikin braket baru di tukang bubut atau bengkel las. Ongkosnya paling murah sekitar Rp 50 - 100 ribuan. (www.motorplus-online.com)