Find Us On Social Media :

Kawasaki Ninja RR Dapat Waktu 7,5 Detikan di Kelas Ninja Frame Standar

By Teguh, Kamis, 11 Mei 2017 | 11:07 WIB
()

Kawasaki Ninja R tunggangan Eza Child berhasil menduduki podium dua di kelas Ninja Frame standar, dengan catatan waktu 7,52 detik.

Selain kepekaan joki terhadap lampu start, faktor pasang pengapian Bravo salah satunya jadi bikin Kawasaki Ninja 150 RR melesat 7,52 detik.

Penasaran mau tau lebih lanjutnya, mari kita kupas yuuuk!

1. Head silinder

(BACA JUGA: Keren Nih, Ini Jenis Helm Indonesia yang Dipakai Presiden Jokowi untuk Adventure di Papua)

Volume head dibuat 14,7, dan untuk kompresi keseluruhan menjadi 7,1 : 1. Dengan ukuran lubang buang seperti itu, putaran mesin wajib digantung di atas 5.000 sampai 6000 rpm.

Rpm tersebut untuk memancing tenaga sejak start,  “tetapi pernah gue jajal di bawah rpm 5000, alhasil time jadi molor dan gak lolos di penyisihan,” ucap Eza Child yang ngegas ninin kepunyaan bengkel MBRT Juragan Kardus.

2. Blok silinder

Tinggi exsos berani dipapas 29 mm diukur dari permukaan blok silinder. 

Itu artinya sudah dimakan  5 mm.

Kan tinggi standar lubang buang 34 mm.

“Efeknya khas mesin  2-tak power band jadi lebih sempit dan baru terasa dari menengah ke atas,” ungkap Ajat sang mekanik yang bermukim di kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat.

Kawasaki Ninja RR Tahun 2006 (Bekasi) Podium berkat CDI Bravo

3. Karburator

Karburator tetap menggunakan Keihin PWL dengan mereamer menjadi 30 mm agar asupan debit udara bisa lebih deras ke karbu. Dan dengan setingan pilot jet 55 dan main jet 145 “target sebetulnya sih pengen dapat catatan waktu 7,2 detik, setingan motor dan karburator sudah pas, tetapi pas dibongkar selesai balap ternyata piston ada baret sedikit, yah lumayan bisa podium dua,” jelas Ajat yang mempunyai nama asli Sudrajat.

4. Rasio

Ini dia salah satu yang bikin ninin tembus 7,5 detik di BSD lalu solusinya ada pada pemasangan CDI milik Suzuki Bravo dengan magnet tetap dibiarkan standar, dan dipadukan dengan koil Yamaha YZ, lalu rasio yang dibikin close atau angka pada gigi rasio dibikin berdekatan, gigi I (16/29), gigi II (19/28), gigi III (20/23), gigi 4,5 dan 6 dibiarkan tetap standar.

5. Knalpot

Knalpot standar di pensiunin di ganti gas buang after market berlabel Alifa exsos yang memiliki ukuran perut tengah 32 mm, “agar power mesin keluar dengan sempurna tanpa tertahan, jadi bisa langsung gasspoll” tutup Ajat. (www.motorplus-online.com)