Find Us On Social Media :

Hadapi Kenaikan BBM Dengan Safety Riding

By Motorplus, Rabu, 5 November 2014 | 18:00 WIB
()

Sampai saat ini, pemerintah masih menggunakan harga lama untuk BBM bersubsidi. Entah beberapa bulan lagi. Tapi dari beberapa pemberitaan, kemungkinan besar, presiden Jokowi akan menaikkan harga BBM bersubsidi lantaran membebani APBN.

Meski belum ada kepastian, brother musti tetap berkendara secara irit. "Mesin motor Honda sudah didesain irit bahan bakar. Tetapi, cara berkendara dan perawatan dapat mempengaruhi tingkat keiritan. Dua hal ini harus dijalani pengendara agar motornya tetap irit," ungkap Emerson Tantono, Chief Safety Riding PT Astra Honda Motor. 

Dari cara berkendara, Emerson memberikan tips, jangan menginjak pedal gas dengan menghentak. Injakan harus stabil dan bertahap. "Kalau grip gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap ke ruang bakar juga semakin banyak," katanya.

Pada saat itu putaran mesin masih rendah, tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Pemborosan terjadi karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi terbuang lewat knalpot. Akibatnya, bensi terbuang percuma.

Hal lain yang juga harus dilakukan adalah prosedur perpindahan persneling. Saat memindahkan gigi sesuaikan dengan putaran mesin. "Jangan sampai pindah gigi mesin teriak. Kira-kira perpindahan di rpm 3.000 hingga 3.500," kata pria yang berkantor di Sunter, Jakarta Utara ini. Begitu juga jangan terlalu rendah, karena bikin power tak keluar sempurna.

Hal lain yang mempengaruhi boros tidaknya konsumsi bahan bakar yakni beban dan penggerak. Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang cukup penting diperhatikan pada komponen yang bergerak ini adalah laher, tekanan ban, rantai.

"Pastikan semua komponen ini dalam kondisi baik. Pengaruh dari komponen ini cukup besar menyumbang keborosan. Bila komponen ini rusak akan menyebabkan hilangnya tenaga oleh mesin untuk mendorong," sebutnya. 

Emerson menyebutkan dengan perubahan perilaku sedikit saja, akan berdampak besar bagi keiritan bahan bakar. "Pengaruh kepada part juga besar. Waktu pakainya jauh lebih lama, karena cara berkendara yang safety ini," tutupnya. (www.motorplus-online.com)