Find Us On Social Media :

Legenda Balap Suzuki Sanjung Penampilan KTM di MotoGP, Ada Maksud Apa?

By Mohammad Nurul Hidayah, Kamis, 26 Oktober 2017 | 14:48 WIB
Kevin Schwantz (gold and goose)

MOTOR Plus-online.com - Siapa yang tidak kenal Kevin Schwantz, mantan pembalap yang kini menjadi legenda kini memang menjadi duta besar Suzuki.

Dirinya yang menang balap GP bersama Suzuki di kelas 500 cc dengan motor RGV500 nya pada tahun awal 1990-an.

Doi pun memenangi kejuaraan dunia bersama pabrikan Jepang berlogo S ini pada tahun 1993.

Schwantz yang pernah mengkritik penampilan Andrea Iannone kini menyoroti penampilan KTM sebagai tim debutan di kelas MotoGP.

(BACA JUGAKeren, Motor GP250 Suzuki Ala Kevin Schwantz Ini Ada di Indonesia)

"Saya pikir semua orang di paddock telah lama mencatat KTM. MotoGP benar-benar bukan kelas yang sederhana. Jika anda sebagai pemula yang berani masuk kedalamnya anda tidak bisa mengahrapkan hal-hal besar di musim pertama," buka Schwantz.

"Tapi KTM sekarang berada pada posisi terdepan, mereka bahkan berada di posisi 10 besar dan telah melakukan pekerjaan dengan sangat bagus," sanjung pria asal Amerika Serikat ini.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, konsistensi tim asal Austria ini bikin banyak tim angkat topi.

Secara klasemen konstruktor, KTM berada di atas Aprillia.

"Pada tahun pertama, kedua pembalap yang berasal dari Yamaha Tech3 menunjukkan kemampuan terhebatnya dalam pengembangan motor. Disinilah saya percaya motto yang pernah diucapkan bahwa 'Datangilah orang-orang kemudian pelajari dan berikan yang terbaik'. Kedua pembalap ini memberikan KTM arah yang sangat jelas," tambahnya.

(BACA JUGAKevin Schwantz Jadi Acuan Modifikasi Suzuki GSX-R150)

"Pol Espargaro dan Bradley Smith juga pembalap yang berbeda. Jika KTM membangun dan mengembangkan sesuatu yang sangat mudah dikendarai untuk kedua pembalap ini, itu akhirnya akan menjadi motor yang sangat baik untuk dikendarai," ucap legenda hidup GP ini saat dikutip dari speedweek.com.

Didevelop sebagai duta besar Suzuki, Kevin Schwantz pun menasehati menajemen Suzuki MotoGP dan Superbike untuk membawa perbandingan lebih lanjut.

Dirinya mengharapkan Suzuki MotoGP bisa membangun motornya agar lebih potensial.