Find Us On Social Media :

Video Panduan Setup Motor MotoGP Dalam Kondisi Hujan, Apa Saja Yang Diganti?

By Arseen, Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:14 WIB
Panduan Setup Motor MotoGP (instagram/motogp)

MOTOR Plus-online.com - MotoGP Malaysia yang bertajuk Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix akan di gelar pekan ini (29/10/2017).

Sirkuit Sepang bukan sirkuit baru.

Sepang menggelar MotoGP sejak tahun 1999.

Desain layout sirkuit memang tidak ada yang berubah.

(Baca juga: Tujuan Utama Michael van der Mark Di MotoGP Malaysia, Ternyata...)

Namun, bukan hal sirkuit yang di khawatirkan banyak tim, namun cuaca yang akan dihadapinya.

Memasuki musim penghujan di bulan Oktober ini, MotoGP Malaysia kemungkinan besar akan dilanda hujan saat race berlangsung.

Semua kru tim akan bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.

Pada moto MotoGP, untuk kondisi kering dan basah hampir semua setup berubah.

Seperti video yang dilansir oleh motogp.com beberapa waktu lalu.

Video berdurasi 1 menit ini memperlihatkan setup apa yang berubah pada motor untuk kondisi lintasan basah.

Pertama pastinya ban.

Seperti yang kita ketahui, ban basah dengan kering total berbeda.

Bila ban kering tidak memiliki alur pemecah air, maka ban basah pada MotoGP memiliki alur, seperti layaknya ban harian pada motor di Indonesia.

Kompon ban pun memiliki spek lebih lembut utnuk mencengkram ban.

Serta pencapaian suhu ideal yang lebih rendah agar cepat tercapai.

Kedua pada suspensi depan.

Suspensi upside down MotoGP diganti untuk per nya menggunakan tekanan yang lebih lembut.

Hal ini untuk memindahkan berat motor lebih baik dan tekanan ban dengan aspal semakin baik.

Ketiga, yakni suspensi belakang.

Suspensi belakang juga memiliki peran penting untuk mendukung handling motor secara keseluruhan.

Suspensi pun turut diganti dengan yang lebih lembut untuk meminimalisir gejala spin pada roda belakang.

Untuk yang keempat yakni cakram roda depan motor MotoGP.

Untuk keadaan kering, cakram motor MotoGP menggunakan bahan carbon disc brake.

Pengereman yang keras pastinya membuat panas cakram meningkat, dan hal tersbeut masih bisa diredam oleh bahan carbon.

Tapi tidak demikian pada saat kondisi hujan.

Kru tim menggantinya dengan bahan besi baja biasa.

Cakram baja menjaga suhu ideal cakram agar tetap memberikan pengereman sempurna.

bahan baja bisa bekerja pada suhu berapapun dan memberikan rasa yang berbeda pada tuas pengereman pembalap.

Terakhir pada settingan ECU.

Settingan disini pasti berubah untuk mengontrol power mesin.

Settingan dibuat untuk mentranfer power mesin lebih smooth.

Dan pastinya menyetel kembali kontrol traksi dan sensor lainnya.

link video

http://www.motogp.com/en/videos/2017/10/26/from-dry-to-wet-setup/244100