Find Us On Social Media :

Awas Putus! Begini Cara Mengukur Kondisi V-Belt Motor Matik

By Arseen, Minggu, 26 November 2017 | 15:38 WIB
Ciri-ciri V-belt matik akan putus (Dok.M+)

MOTOR Plus-online.com - Masa pakai v-belt skubek rata-rata antara 15.000-25.000 kilometer.

Kalau sampai lupa, skubek gampang selip bahkan putus.

Cuma skubek harus lebih waspada agar terhindar dari masalah v-belt putus mendadak di tengah jalan.

Secara fisik yang perlu dicermati bagian dalam v-belt yang bergerigi retak-retak saat ditekuk terbalik.

(Baca juga: Anjay! Paling Hits di Arena Balap Liar, Meme Cabe-cabean Jaman Now)

Bahkan sudutnya terlihat lebih ramping dari samping bila diukur pakai ceker belt.

Masalahnya, tidak semua pemilik skubek atau bengkel umum mempunyai alat ceker belt.

Kalaupun ada, paling hanya tersedia di bengkel resmi atau di bengkel khusus spesialis yang benar-benar serius garap matic.

Tapi, enggak usah khawatir, solusi gimana mengukur ketebalan v-belt tanpa menggunakan special tool kit.

(Baca juga: Road Race Tasikmalaya, Ramai Starter Meski Kemasan Sederhana)

Caranya dengan menggunakan penggaris dan dua lempeng pelat kecil berbentuk persegi panjang.

Pengecekan ini menggunakan limit, makanya butuh alat ukur macam sigmat (penggaris).

Misal di Yamaha Mio series, lebar belt standar Mio 18,2 mm. Jika setelah dipakai jadi 17,2mm, artinya sudah batas minimum dan harus segera ganti.

Teknik ukur pun beda dengan ceker belt yang melalui bagian dalam atau bagian bergerigi.

Kalau pakai sigmat, dua pelat persegi panjang ditempelkan di samping v-belt.

Lalu bagian yang lebar dan rata diukur pakai sigmat. Kalau jaraknya berkurang, sabuk segera diganti.