Find Us On Social Media :

Jangan Anggap Sepele, Begini Teori Boncengan Motor yang Benar

By Ahmad Ridho, Senin, 15 Januari 2018 | 21:38 WIB
Teknik boncengan motor yang benar. (dok.Kompasiana)

MOTOR Plus-online.com - Selalu waspada saat berkendara sepeda motor.

Pastikan kamu memiliki teknik saat naik motor di jalan raya.

Nah, khusus yang sering bawa penumpang alias boncenger ada info menarik.

Jadi penumpang sepeda motor alias boncenger tidak bisa main asal duduk saja di jok belakang.

Ada aturan mainnya biar aman menurut kaca mata safety riding.

(BACA JUGA: Mantap Jiwa! Harga Yamaha Lexi 125 Enggak Sampai Rp 20 Juta, Sikat Bro)

Maraknya penggunaan ojek online membuat masyarakat semakin sering berinteraksi dengan motor. Jangan melakukan kesalahan ini, yaitu boncenger duduk menjauhi pengendara alias biker.

Hal itu tidak direkomendasikan sebab kerenggangan antara boncenger dan biker mengurangi keseimbangan motor.

Keseimbangan merupakan faktor paling krusial saat berkendara motor.

Dijelaskan Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dalam teori safety riding, sewaktu berboncengan seharusnya boncenger menghadap ke depan dan bagian dadanya menyender ke punggung biker.

(BACA JUGA: Cadas! Ini Dia Tampilan Motor Baru Ducati di MotoGP 2018 Makin Gagah dan Futuristik)

Gunanya buat menyatukan distribusi bobot yang akhirnya memaksimalkan pusat gravitasi dan keseimbangan.

“Lalu bagaimana kalau bukan suami-istri? Maka pakai kedua lutut bagian dalam untuk menjepit pinggul pengendara, sehingga gerakan pengendara bisa menyatu dengan penumpang. Karena kalau tidak sesuai bisa berbahaya saat manuver,” ucap Jusri.

Teori itu, lanjut Jusri, bisa disikapi bijak oleh siapapun boncenger yang mau aman berkendara.

Boncenger yang membekap biker dikatakan posisi ideal saat berkendara.

Artikel ini sudah tayang di KompasOtomotif berjudul: Begini Teori Berboncengan Motor yang Benar.