Find Us On Social Media :

Dengan Sistem Ini Akankah Jakarta Bebas Macet?

By Arseen, Kamis, 22 Februari 2018 | 14:20 WIB
Ilustrasi kemacetan (Tribunnews)

MOTOR Plus-online.com - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan konsep jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) empat tahun sudah berlalu.

Tetapi sampai saat ini belum tahu kapan sistem ini akan diberlakukan.

Dengan sistem ini, Pemprov DKI Jakarta optimis kemacetan Jakarta akan bisa diatasi.

Bagaimana sih cara kerja sistem ERP ini?

(BACA JUGA: Wanita Ini Kena Tilang Karena Cantik Banget Alasanya Pak Polisi)

Kita lihat saja dari negara tetangga, Singapura yang sudah menerapkan sistem ERP ini.

Menurut sebuah penelitian yang diunggah di situs development.asia, sistem ini terbukti ampuh atasi kemacetan di jalanan Singapura.

Penelitian dengan judul 'The Case for Electronic Road Pricing' memaparkan seberapa sukses sistem ERP mengurangi kemacetan.

Di Singapura terdapat 77 gerbang ERP yang ditempatkan di semua jalan yang menghubungkan kawasan pusat bisnis, jalan bebas hambatan, dan jalan arteri berlalu lintas padat.

(BACA JUGA: Wanita Idola Anak Balap Liar Ini Naiknya Kawasaki Ninja 150, Pantesan Sangar!)

Agar terintegrasi dengan ERP, pengemudi harus memasang perangkat khusus di kendaraan mereka.

Dalam perangkat itulah kartu elektronik bernama CashCard ditempatkan.

Ketika sebuah kendaraan melewati gerbang ERP, sistem secara otomatis memindai perangkat dan mengurangi saldo kartu elektronik milik pengemudi.

Sistem ERP di Jalan Rasuna Said, Jakarta (Kompas.com)
Dan, jika terjadi pelanggaran, misalnya kendaraan melaju tanpa perangkat atau saldo CashCars tidak cukup, sistem akan mengirim foto kendaraan ke pusat kendali ERP.

(BACA JUGA: Driver Ojol Go-Food Rugi Ratusan Ribu Rupiah Karena Kliennya Merupakan Pemilik Warung)

Foto tersebut menjadi bukti untuk memungut biaya dan denda terhadap pengemudi nakal tersebut.

Tarif ERP dibedakan berdasarkan jenis kendaran dan waktu melintas.

Jam sibuk menjadi tarif termahal ERP sehingga dengan ini pengemudi jadi berpikir untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Hal serupa juga diterapkan di Stockholm, Swedia.

(BACA JUGA: Viral! Cewek Seksi Dagang Kopi Naik Vespa Jadul, Kopinya Dijamin Bikin Klepek-klepek)

Dalam situs transportstyrelsen.se, dijelaskan di Stockholm penerapan ini menggunakan sistem pemindai lewat pelat nomor.

SIstem ERP yang akan diterapkan di Jakarta (Kompas.com)
Ketika melewati jalan yang ada sistem ERP, kamera langsung memindai pelat nomor.

Gambar itu dikirim ke Trasnportstyrelsen (Dinas Transportasi Swedia) di mana kendaraan diidentifikasi.

Kemudian Trasnportstyrelsen mengirimkan slip pembayaran kepada pemilik kendaraan jika kendaraan tersebut terdaftar di Swedia.

Jika benar, mungkinkah kemacetan di Jakarta bakal teratasi?