"Awalnya aku pingin gaya-gaya racing tapi yang beda dari lainya, konsultasi ke Om Plentis dan dia mengembangkan keinginanku, jadilah seperti itu," ungkapnya.
Putri juga mengungkapkan untuk mengerjakan Yamaha Aerox miliknya ini memakan waktu hingga 1 bulan.
Knalpot pakai Pro Liner (Wawa/GridOto.com)
"Memang desain agak ruwet ditambah lagi motif yang ada di dalam cat, perlu dikerjakan secara perlahan dan detail sehingga bisa jadi maksimal" ujar Putri lagi.
Tampilannya Yamaha Aerox ini makin terlihat keren dengan aksesori yang digunakan.
Seperti kaki-kaki depan pakai upside down, belakang sokbreker RCB Gold dan ban FDR Evo Sport yang membungkus pelek standar yang di cat emas.
Yamaha Aerox pemenang Best Body Painting di Customaxi Yamaha 2018 seri Yogyakarta (Wawa/GridOto.com)
"Kalau buat aksesori ini ada yang saya pasang sendiri dan beberapa saya pasang di bengkel," tukas Putri.
Dengan ubahan tersebut dan belaga di kelas Master, membuatnya menjadi Best Airbrush Customaxi Yogyakarta 2018. Selamat ya!
Data modifikasi:
Pelek dan ban:
Pelek Original Yamaha
Ban depan FDR Evo Sport
Ban belakang FDR Evo Sport
Kaki-kaki:
Sok depan USD KTC
Sok belakang RCB Gold repaint
Eksterior:
Lampu custom HID
Knalpot Pro Liner
Master rem KTC
Cakram depan Scarlet
Cakram belakang TDR
Spion Scarlet
Hanspat RCB
Footstep Black Diamond
Baut Probolt