Itu karena perbedaan potensial antara kedua jalur. Saat kita menggunakan sein kiri, maka jalur sein kiri mempunyai potensial/voltase lebih besar dibandingkan jalur sein kanan.
"Lampu sein kiri dan indikator sein menyala, sedangkan yang lampu sein kanan tidak menyala. Begitu juga sebaliknya,” jelas Royyan Frima dari G6 Revolution LED Custom Specialist.
Tapi, ketika bohlam sein kiri dan kanan diganti LED, maka kedua sein (kiri & kanan) akan menyala bersamaan.
Baca Juga : Enggak Nyangka, Wilayah Ini Ternyata Paling Rawan Maling Motor Kedua di Jawa Barat
Nggak peduli yang diklik sakelar sein kiri atau kanan.
Filamen pada bohlam indikator sein menjadi jumper yang menghubungkan jalur (+) sein kiri dengan (+) sein kanan.
Solusi mudahnya, bisa saja mencabut bohlam indikator lampu sein di spidometer.
Dengan begitu, enggak ada jalur short antara jalur sein kiri dan kanan.
Baca Juga : Resmi Berseragam Repsol Honda, Jorge Lorenzo Mulai Bandingkan Motor RC213V
Namun, hal ini penuh dengan resiko.
Bisa saja membahayakan kita dan pengguna jalan lainnya.
Kita enggak tau apakah lampu sein sedang menyala atau tidak, karena tidak tampak pada panel spidometer.
Kedua, memang sedikit ribet namun lebih aman dibanding harus mencabut bohlam di panel indikator.