Sebagai detail, di bawah tangki sebagai penguat frame, dibikin seperti huruf Z simbol petir.
Kemudian, engine mounting pakai plat aluminium seri 1100 dengan tebal 10 mm, agar terkesan kekar,” tambah pria brewokan ini.
Karena untuk kebutuhan show bike, David membuat sudut rake 38 derajat.
Sudut yang lumayan miring ini membuat motor lebih rebah.
“Kalau untuk harian, sudut rake ini agak berat untuk berbelok.
(Ryan)
Jadi untuk harian, sudut rake besar tidak direkomendasikan,” sebut builder yang bengkelnya berada di Kemang Village, Jl. Pangeran Antasari No. 36, Jakarta Selatan.
Sementara untuk sok depan, dari sebelumnya teleskopik diganti model springer dengan memanfaatkan pipa besi seamless berdiameter 32 mm yang ditambah besi padat 20 mm di bagian depan.
Untuk per-nya menggunakan per kustom borr.
Bila melihat bentuk pelek ‘Putra Petir’, menggunakan pelek yang enggak biasa.
Benar, pelek ini dibuat khusus dari bahan besi melalui proses bubut dengan menggunakan jari-jari dari pipa seamless 22 mm tebal 3 mm.
“Kalau untuk jari-jari, aku pilih lebih tebal agar kuat, karena palang peleknya pun hanya 5,” beber David.
Pelepas gas buang juga beda dari yang lain.