Sebagai panduan, kita perlu tahu karakteristik bahan bakar menurut oktan.
"Makin tinggi oktan, akan tahan kompresi dan susah terbakar,” jelas Tomy Huang dari BRT-Bintang Racing Team.
Baca Juga : Cukup Modal Rp 35 Ribu, Motor Kawasaki KLX 140 Kuat Di Tanjakan
Makanya motor-motor sekarang yang sudah punya rasio kompresi tinggi harus diisi bensin oktan tinggi.
Supaya mesin tidak ngelitik atau detonasi yang menyebabkan mesin rusak karena piston rompal atau bolong.
Seperti kejadian di Pantura ketika musim mudik, beberapa Suzuki Satria F150 pistonnya bolong.
Itu lantaran diisi bensin Premium atau Pertalite digeber di jalanan Pantura yang panjang, lama-lama piston bolong.
Bisa bolong karena ketika seher sedang kompresi tiba-tiba gas bakar meledak duluan sebelum api busi meletik.
Baca Juga : Banyak Yang Belum Tahu, Inilah 3 Motor Andalan Kesatria Baja Hitam
Bensin oktan rendah atau bensin murah tidak tahan kompresi tinggi karena mudah terbakar.
Padahal secara awam justru kita menganggap sebaliknya. Bahan bakar bagus identik mudah terbakar.
Ini berbeda dengan secara teoritis, maksudnya bahan bakar oktan tinggi rada tahan dibakar.
Tomy kasih penjelasan rinci, bahan bakar oktan tinggi perlu waktu pembakaran yang lama.