Find Us On Social Media :

Begini Panduan Memilih Bahan Bakar Untuk Motor Balap Dan Harian

By Kamis, 24 Januari 2019 | 14:15
Pilih bahan bakar sesuai kompresi mesin (Aong)

Makanya timing pengapian lebih maju, dari proses penyalaan busi sampai terjadi ledakan perlu waktu lama.

Ambil contoh sederhana dan hanya misal, seandainya motor kompresi tinggi dengan bensin oktan 98. Timing pengapian misalnya dibikin 40 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas).

Nah, jika bahan bakarnya ganti dengan Premium dengan oktan hanya 90, timing pengapian harus lebih dekat TMA. Diseting lebih mundur, misalnya 35 derajat sebelum TMA atau top.

Timing pengapian bisa diatur menggunakan CDI atau ECU Racing (Dokumentasi MOTOR Plus)

Jika penggantian bahan bakar dari Pertamax Turbo ke Pertamax tidak seting pengapian, gejalanya bisa detonasi atau knocking.

Ini sangat bahaya, masalah paling ringan hanya ngelitik.

Bisa-bisa malah piston pecah atau rompal.

Logikanya begini, pakai Premium oktanya rendah, karakternya mudah terbakar.

Jika timing pengapian lebih maju seperti di atas misalnya masih 40 derajat, bisa terjadi pre-ignition atau pembakaran awal.

Piston sedang naik sudah terjadi ledakan. Bisa-bisa piston jebol.

Perlu diketahui juga, pemilihan bahan bakar ada hubungan dengan rasio kompresi.

Makin tinggi oktan dalam bahan bakar, akan lebih tahan digebuk kompresi.

Seandianya kejadian rasio kompresi gede dipaksa menggunakan bensin oktan rendah akan timbul ngelitik atau knocking. Atau biasa dibilang ngeretek.