Find Us On Social Media :

Siapa Sangka Yamaha Scorpio Modif Klasik Ini Tunggangan Dokter

By Motorplus,Rudy Hansend, Senin, 28 Januari 2019 | 10:32 WIB
(Obhet)

MOTOR Plus-Online.com- Siapa sangka jika Yamaha Scorpio 205 Cirebon bergaya classic bike ini adalah besutannya seorang dokter.

Gak usah bingung dan heran, karena dokter satu ini doyan turing dan lebih memilih sosok Scorpio full modifikasi sebagai tunggangan andalannya.

(Obhet)

Modifikasinya kali ini, mengacu pada gaya British bike ala Royal Enfield.

“Pemilik motor ini adalah dr. Widodo Medisono, SpAn, yang merupakan spesialis anastesi.

Baca Juga : Bikin Geger, Harga Batu Merah Delima Ahok Pemberian dari Oso Setara 34 Unit Motor Honda PCX 150

Soal hobi malah kepincut motor klasik mengandalkan basis motor Jepang.

Untuk itu lantas wujudkan keinginannya tersebut,” ujar Arta Jaladri,punggawa Armor Rebel Kustom (ARK) 182.

(Obhet)

Proses pengerjaan modifnya dimulai dari perakitan bagian rangka, untuk kejar tema model Royal Enfield. Arta lantas bikin frame rakitan anyar, menggunakan potongan pipa berbahan seamless ukuran sekitar 22 mm.

Bagian sasis tengah hingga ke belakang dibuat agak sedikit landai, karena hanya untuk penopang dudukan jok single seater saja. Mainframe masih standar.

Baca Juga : Parah, Motor Honda Tiger Adu Banteng Lawan Honda Vario, Kaki Si Macan Sampai Bengkok

Guna mempertegas aksen klasik, beberapa parts bodi kustom lantas diterapkkan. “Part tadi
meliputi tangki besar membulat, cover bodi samping dan juga sepatbor depan serta belakang.


(Obhet)

Sisanya komponen detail semacam rak bagasi besi, side bag, back rack dan lain-lain,“ jelas
Arta, di Jl. Perjuangan, Depan SMKN 1 Cirebon, samping Pos Polisi, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Unsur perpaduan warna juga ikut menunjang tampilan motor Pak dokter ini. Bukan kelir hitam yang selalu identik ada di tunggangan klasik, tapi lebih condong pada warna sedikit terang mengarah ke gold.

“Warnanya kita kasih laburan brown cappuccino metallic kombinasi dari Spies Hecker dan Sikkens. Supaya kesan motor tetap ada unsur klasik, namun lebih resik,” tutur Arta.

Artikel ini sudah dimuat di Tabloid MOTOR Plus edisi 966 th 2017